loading...
Huawei kembali menantang pasar earbud premium lewat FreeBuds Pro 5, tak lagi sekadar pamer kejernihan musik, melainkan menjual ruang sunyi. Foto: Huawei Indonesia
JAKARTA - Telinga orang modern makin mahal. Dulu, headset sekadar perangkat untuk mendengarkan musik. Kini, dia jadi perangkat memperkuat hidup. Terutama bagi kaum pekerja perkotaan. Butuh rapat online di kafe bising. Butuh rapat bunyi saat di KRL.
Itulah pasar nan diincar Huawei. Mereka baru saja merilis jagoan baru di Jakarta: Huawei FreeBuds Pro 5. Ini kelas flagship. Kelas atas. Harganya Rp2.999.000. Nyaris tiga juta.
Masuk akalkah nilai itu? Mari kita bedah.
Pasar TWS (True Wireless Stereo) sekarang sudah berdarah-darah. nan murah bertebaran. Harga seratus ribuan banyak buatan China. Tapi, Huawei memilih menepi dari perang nilai itu. Mereka jualan teknologi penangkal bising.
Namanya Dual-Engine AI Noise Cancellation. Tidak main-main. Di dalam perangkat sekecil biji kacang itu, ada cip nan memproses bunyi bising 400.000 kali per detik. Performanya diklaim naik 220 persen dibanding generasi sebelumnya.
Mereka memadukan low-frequency dynamic driver dan high-frequency micro planar diaphragm. Ditambah otak kepintaran buatan (AI sensing model MIMO) dan mikrofon digital ultra-HD. Bunyi mesin, bunyi rel kereta, alias obrolan sebelah meja diblokir rapat.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·