Teleponan Sejam, Trump dan Putin Sepakati Hal Ini

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa untuk menyampaikan keinginannya agar perang di Ukraina segera diakhiri. Langkah ini dinilai bakal memungkinkan pemulihan sepenuhnya pada hubungan bilateral antara AS dan Rusia, sebuah pandangan nan turut didukung oleh pemimpin Rusia tersebut.

Mengutip Reuters, Rabu (9/9/2026), pihak Kremlin menyebut bahwa panggilan telepon nan berjalan selama satu jam itu dilakukan setelah kunjungan akhir pekan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Moskow dan Kyiv. Steve dan Jared tengah berupaya menghidupkan kembali perundingan nan macet demi mencari jalan untuk mengakhiri pertempuran.

Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, mengatakan bahwa kedua pemimpin menilai positif hasil diplomasi akhir pekan utusan AS tersebut. Putin juga memberi tahu Trump tentang apa nan diyakininya dapat dilakukan oleh AS untuk membantu mengakhiri konflik, serta memberikan penilaian menyeluruh mengenai situasi di medan perang saat ini.

"Trump secara jelas menekankan kemauan untuk mengakhiri bentrok secepat mungkin, nan bakal segera membuka prospek-yang mengesankan dan menjangkau jauh-untuk pemulihan penuh hubungan antara AS dan Rusia," papar Yuri.

"Dalam pandangannya, perihal ini bakal berakibat unik pada ikatan perdagangan dan ekonomi, nan menjanjikan untung besar bagi kedua negara. Donald sangat mau memandang terobosan dicapai selama masa kepresidenannya. Putin mendukung pendekatan ini," ungkapnya.

Meskipun diplomasi kembali berjalan, Rusia dan Ukraina tetap mempunyai pandangan nan terlampau jauh tentang langkah mengakhiri perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua tersebut.

Seorang sumber nan dekat dengan Kremlin membeberkan bahwa Vladimir tetap beriktikad untuk mengambil kendali penuh atas sisa wilayah Donetsk di Ukraina timur, sebuah langkah nan ditentang mati-matian oleh Kyiv dengan segala persenjataan nan dimilikinya.

Yuri turut menyebut bahwa Putin dan Trump telah sepakat mengenai perlunya melanjutkan pertukaran tahanan. Ia menggambarkan percakapan telepon itu berjalan sangat konstruktif dan kedua pemimpin sepakat untuk terus berasosiasi jika dibutuhkan.

Lebih lanjut, Putin memastikan kepada Trump bahwa Rusia sama sekali tidak mempunyai niat berbeda terhadap Eropa, demi menepis klaim berulang dari beragam politisi blok tersebut.

"Mengingat spekulasi mengenai dugaan niat berbeda Rusia terhadap negara-negara Eropa, ditekankan bahwa kami sama sekali tidak mempunyai rencana garang terhadap Eropa," tegas Yuri.

"Mitos nan disebarkan tentang ancaman Rusia hanya berfaedah sebagai dalih bagi orang Eropa untuk meningkatkan support mereka terhadap Ukraina dan pengeluaran militer mereka sendiri," pungkasnya.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News