OMDC Dental menghadirkan jasa 3D Advanced Dental Imaging & Radiology di OMDC Dental Mampang, Jakarta, dan OMDC Dental Galaxy, Bekasi. Melalui teknologi pencitraan terbaru ini, pasien dapat menjalani proses konsultasi, pemeriksaan radiologi, hingga tinda(Dok. OMDC Dental)
PEMANFAATAN teknologi pencitraan tiga dimensi (3D) semakin berkembang dalam jasa kesehatan gigi. Teknologi ini memungkinkan master memandang struktur gigi, tulang rahang, dan jaringan di sekitarnya secara lebih perincian sehingga dapat membantu meningkatkan kecermatan pemeriksaan sekaligus perencanaan perawatan.
Salah satu teknologi nan sekarang mulai banyak digunakan adalah Cone Beam Computed Tomography (CBCT) alias rontgen 3D. Berbeda dengan pemeriksaan radiologi konvensional nan menghasilkan gambar dua dimensi, CBCT bisa menampilkan visualisasi tiga dimensi dengan resolusi tinggi sehingga memberikan gambaran nan lebih komprehensif mengenai kondisi rongga mulut pasien.
Teknologi tersebut dinilai berfaedah untuk beragam kebutuhan perawatan gigi, mulai dari pemasangan implan, operasi gigi bungsu, perawatan saluran akar, hingga kajian kondisi rahang dan struktur gigi nan lebih kompleks.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, OMDC Dental menghadirkan jasa 3D Advanced Dental Imaging & Radiology di OMDC Dental Mampang, Jakarta, dan OMDC Dental Galaxy, Bekasi. Melalui teknologi pencitraan terbaru ini, pasien dapat menjalani proses konsultasi, pemeriksaan radiologi, hingga tindakan secara lebih efisien dalam satu kunjungan. Hasil pemeriksaan juga dapat diperoleh dalam waktu kurang dari 10 menit sehingga membantu master mengambil keputusan klinis dengan lebih cepat.
Founder OMDC Dental, drg. Oktri Manessa, mengatakan teknologi radiologi 3D memberikan gambaran nan lebih menyeluruh mengenai kondisi gigi dan rahang pasien sehingga mendukung proses pemeriksaan nan lebih akurat.
"Teknologi radiologi 3D memungkinkan kami memandang kondisi gigi dan rahang secara lebih perincian dibandingkan pemeriksaan konvensional. Harapannya, proses pemeriksaan menjadi lebih jeli sehingga pasien dapat memperoleh penanganan nan tepat sejak awal," ujar Oktri.
OMDC Dental menghadirkan beberapa jenis pemeriksaan radiologi nan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Salah satunya adalah pemeriksaan 3D CBCT, nan digunakan untuk memandang struktur gigi dan tulang rahang secara detail, terutama pada kasus pemasangan implan, operasi gigi bungsu, maupun tindakan bedah mulut nan lebih kompleks.
Selain itu, tersedia pula pemeriksaan panoramic, ialah rontgen nan menampilkan seluruh gigi atas dan bawah dalam satu gambar sehingga kerap digunakan untuk pemeriksaan awal dan pertimbangan sebelum tindakan besar.
Jenis pemeriksaan lainnya adalah cephalometric, nan menghasilkan gambaran profil kepala dan rahang dari sisi samping. Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk kajian struktur wajah dan perencanaan perawatan ortodonti seperti pemasangan behel.
Sementara itu, pemeriksaan periapical memungkinkan master memandang kondisi satu alias beberapa gigi secara lebih perincian hingga ke bagian akar. Pemeriksaan ini banyak digunakan untuk membantu pertimbangan kasus jangkitan gigi maupun perawatan saluran akar.
Menurut Oktri, kehadiran jasa radiologi terintegrasi juga diharapkan dapat memberikan pengalaman perawatan nan lebih nyaman dan efisien bagi pasien lantaran beragam tahapan pemeriksaan dapat dilakukan dalam satu lokasi.
"Melalui jasa 3D Advanced Dental Imaging & Radiology, kami mau membantu pasien mendapatkan pemeriksaan nan lebih cepat, nyaman, dan akurat. Dengan hasil pencitraan nan detail, master dapat menyusun rencana perawatan nan lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing pasien," katanya.
OMDC Dental menyediakan jasa pemeriksaan CBCT dengan tarif Rp1 juta, panoramic Rp250 ribu, cephalometric Rp300 ribu, dan periapical Rp150 ribu. Hadirnya jasa radiologi gigi berbasis teknologi 3D menjadi bagian dari tren modernisasi jasa kesehatan gigi nan mengutamakan ketepatan diagnosis, efisiensi waktu, serta kenyamanan pasien selama menjalani perawatan. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·