Teknologi CCTV dan X-Ray Bandara Soekarno-Hatta Dimaksimalkan Tekan Penyelundupan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Teknologi CCTV dan X-Ray Bandara Soekarno-Hatta Dimaksimalkan Tekan Penyelundupan Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai perkuat pengawasan lewat integrasi info CCTV dan rekaman pemindaian peralatan untuk cegah penyelundupan udara.(Dok. Istimewa)

KEAMANAN jalur udara nasional sekarang memasuki babak baru melalui integrasi teknologi pengawasan nan lebih ketat. Bandara Internasional Soekarno-Hatta secara resmi memperkuat sinergi strategis dengan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C untuk mengantisipasi beragam pelanggaran kepabeanan serta praktik penyelundupan nan kian kompleks.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Berbagi Pakai Akses Tampilan alias Rekaman Hasil Pemindaian Barang serta Tampilan CCTV di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kolaborasi ini memungkinkan pertukaran info visual secara real-time guna mendeteksi anomali pada peralatan bawaan penumpang maupun kargo.

Transformasi Pengawasan Berbasis Data Visual

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah taktis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Dengan akses berbareng terhadap hasil pemindaian (X-ray) dan jaringan CCTV, celah bagi pelaku penyelundupan untuk memanfaatkan titik buta (blind spot) di airport bakal semakin tertutup.

“Tujuannya untuk mendukung upaya pencegahan, pengawasan, serta penindakan terhadap beragam corak pelanggaran kepabeanan dan penyelundupan melalui jalur udara,” ujar Heru pada Jumat (5/6).

Poin Utama Kerja Sama:

  • Integrasi akses rekaman hasil pemindaian peralatan (X-Ray).
  • Berbagi pakai akses tampilan CCTV di seluruh area strategis bandara.
  • Percepatan pertukaran info intelijen antarinstansi.

Efektivitas Teknologi dan SDM: 19 Kasus Terungkap

Keandalan teknologi pemindaian nan didukung oleh ketajaman personel di lapangan telah membuahkan hasil signifikan. Dalam periode 14 Desember 2025 hingga 24 Mei 2026, kerjasama antara Airport Security (Avsec) dan Bea Cukai sukses mengungkap sedikitnya 19 kasus penyelundupan besar.

Komoditas nan paling sering menjadi objek pelanggaran meliputi:

Jenis Temuan Metode Deteksi Dampak
Benih Bening Lobster (BBL) Pemindaian X-Ray & Profiling Kerugian Sumber Daya Alam
Logam Mulia / Emas Pemeriksaan Keamanan Ketat Pelanggaran Kepabeanan & Uang

Apresiasi untuk Personel Avsec

Sebagai corak pengakuan atas dedikasi tersebut, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C memberikan penghargaan kepada 23 personel Avsec dari Terminal 2 dan Terminal 3 Internasional. Personel ini dinilai mempunyai integritas tinggi dalam mengidentifikasi peralatan terlarangan nan disembunyikan dengan beragam modus operandi.

Heru berambisi apresiasi ini menjadi stimulus bagi seluruh petugas airport untuk terus meningkatkan kewaspadaan. "Capaian ini menunjukkan bahwa kewaspadaan personel di lapangan, nan didukung teknologi dan koordinasi antarinstansi, mempunyai peran krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban di area bandara," pungkasnya. (SM/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑