Tekanan Harga Minyak, Geopolitik amp;amp; Nasib Ekonomi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Tekanan Harga Minyak, Geopolitik & Nasib Ekonomi

Tekanan Harga Minyak, Geopolitik & Nasib Ekonomi (Foto: Eisha/Indef)

Penulis: Eisha M Rachbini, Direktur Program Indef

JAKARTA - Ekonomi Indonesia tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Secara garis besar, ada tiga jalur  yang timbul akibat guncangan eksternal, nan pada gilirannya berakibat jelek terhadap ekonomi Indonesia. Tiga masalah nan terkena akibat langsung tersebut adalah masalah daya dan fiskal, rantai pasok global, serta investasi dan pasar keuangan. 

Kenaikan nilai daya dan gangguan rantai pasok berpotensi meningkatkan biaya produksi, menekan ruang fiskal, serta menghalang investasi dan pembuatan lapangan kerja.  Gejolak pasar finansial dunia berisiko menekan rupiah, meningkatkan imbal hasil SBN dan biaya dana, serta membikin perbankan lebih selektif dan apalagi tersendat menyalurkan kredit. 

Dampak guncangan eksternal ini krusial diperhatikan dalam kebijakan ekonomi lantaran berpotensi menekan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Tekanan tersebut (kenaikan biaya daya dan beban fiskal, gangguan rantai pasok global, hingga gejolak pasar keuangan) dapat merembet ke sektor riil dan ekonomi domestik secara lebih luas. Untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, maka kebijakan ekonomi dipusakan pada  tiga masalah tesebut.

Jalur pertama berasal dari sektor daya dan fiskal. Eskalasi geopolitik berpotensi mendorong kenaikan nilai energi, meningkatkan biaya input produksi, serta memperbesar beban subsidi pemerintah. Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan inflasi dan akibat kredit, sekaligus mempersempit ruang fiskal Indonesia. 

Kalau kita lihat ruang fiskal nan saat ini ada juga terbatas di tengah subsidi daya nan semakin menonjak, kemudian juga prioritas-prioritas program nan juga semakin meningkat.

Jalur kedua berasal dari gangguan rantai pasok global. Fragmentasi dan disrupsi jalur pasok berpotensi menekan pembiayaan perdagangan (trade finance) serta meningkatkan kebutuhan modal kerja pelaku usaha. 
Kondisi ini dapat menghalang aktivitas produksi, investasi, hingga pembuatan lapangan kerja dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, jalur ketiga berangkaian dengan investasi dan pasar keuangan. Gejolak pasar finansial global, terutama kenaikan imbal hasil (yield) dan pergeseran portofolio penanammodal ke aset nan dinilai lebih aman, berpotensi meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN)

Tekanan tersebut dapat meningkatkan biaya dana (cost of fund) dan membikin lembaga finansial lebih selektif dalam menyalurkan kredit. Dampaknya, pembiayaan bagi bumi upaya berpotensi semakin terbatas di tengah ketidakpastian global. 

Kelola keuangan. Guncangan ini kami memandang bakal berpotensi dan terus menjadi tantangan bagi ekonomi Indonesia di tengah tekanan geopolitik dan dinamika dari ekonomi secara luas. Dan kami rasa guncangan ini tidak lepas ya, meskipun pertumbuhan secara dunia ada, berprogres, namun pemulihannya tetap cukup tertahan sampai saat ini.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑