Job Fair(MI/Heri Susetyo)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans Jatim) bekerja sama dengan Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) menggelar Career Day alias Mini Job Fair 2026 di Aula SMK Krian 1 Sidoarjo pada Kamis (18/6). Agenda strategis ini sukses menyediakan 680 lowongan pekerjaan dari 139 jabatan, di mana 190 lowongan di antaranya dialokasikan unik bagi penyandang disabilitas.
Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto mengatakan, langkah ini diambil sebagai komitmen nyata Pemprov Jatim dalam memperluas akses lapangan kerja inklusif sekaligus menekan Angka Pengangguran Terbuka (APT), khususnya di kalangan lulusan muda (fresh graduate). Menurut Sigit, tantangan terbesar bumi kerja saat ini adalah dinamika digitalisasi dan otomatisasi nan menuntut perubahan kompetensi secara cepat. Menurutnya, piagam saja sekarang tidak lagi cukup tanpa diselaraskan dengan skill nyata (link and match) nan sesuai kebutuhan pasar.
"Tantangan terbesar kita bukan lantaran kurangnya lowongan kerja, melainkan sering kali lantaran adanya gap komunikasi dan info antara pencari kerja dengan pihak industri. Mini Job Fair ini adalah jawaban nyata dari tantangan tersebut," ujar Sigit Priyanto dalam sambutannya.
Sigit juga mengapresiasi kerjasama FBKK Sidoarjo dan SMK Krian 1, seraya mengingatkan pihak sekolah agar tidak sekadar menjadi lembaga pencetak lulusan, melainkan juga jembatan nan mengantarkan siswa langsung ke bumi kerja.
Antusiasme masyarakat terhadap bursa kerja ini tercatat sangat tinggi hingga melampaui sasaran panitia. Dari perkiraan awal nan menyasar 1.000 peserta, jumlah pendaftar melonjak hingga mencapai 1.282 pencari kerja. Kebutuhan tenaga kerja dalam arena ini didominasi oleh lulusan SMA/SMK semua bidang (26,7%) dan Sarjana/S1 semua bidang (21,2%).
Tingginya minat ini difasilitasi oleh kehadiran 20 perusahaan dan mitra strategis dari beragam sektor industri. Sektor manufaktur mendominasi dengan keterlibatan 12 perusahaan, disusul ritel, pengolahan perangkat pertanian, perkapalan, logistik, Fast Moving Consumer Goods (FMCG), otomotif, pengemas otomotif, distributor, hingga furnitur.
Selain sektor swasta, lembaga non-pemerintah dan internasional seperti AISEC dan Yayasan Plan International Indonesia, serta lembaga resmi seperti BPP Sidoarjo dan BP3MI Jawa Timur turut membuka stan. BP3MI apalagi menyediakan jasa konsultasi unik bagi masyarakat nan membidik kesempatan kerja ke luar negeri.
Salah satu poin krusial dalam bursa kerja ini adalah dibukanya ruang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas (rungu, wicara, daksa ringan, dan netra). Sebanyak 190 lowongan kerja untuk penyandang disabilitas disiapkan oleh tiga perusahaan besar.
Masing-masing PT Imora Sifana membuka enam kedudukan dengan total 155 lowongan, PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) membuka satu kedudukan dengan total 25 lowongan. Selain itu PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) membuka satu kedudukan dengan total 10 lowongan.
Terkait perlindungan tenaga kerja, Kadisnaker Jatim Sigit Priyanto kembali menegaskan penerapan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 560 Tahun 2025.
"Kami tegaskan kembali larangan menahan alias menyimpan arsip original nan sifatnya melekat pada pekerja sebagai jaminan. Edaran ini juga menekankan penghapusan syarat umur dan penyediaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sebagai corak nyata kesetaraan," kata Sigit.
Sementara itu Kepala SMK Krian 1 Sidoarjo, Dhini Mekarsari menyatakan, pihak sekolah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi alumni dalam mendapatkan pekerjaan, serta melakukan pemantauan pekerjaan hingga tiga tahun ke depan. Dhini berpesan kepada para lulusan, khususnya angkatan 2026, agar memanfaatkan kesempatan ini dan tidak mengabaikan pentingnya aspek non-akademis.
"Karakter adalah perihal utama nan diutamakan oleh industri saat ini. Perusahaan mencari tenaga kerja nan mempunyai karakter nan baik, di samping keahlian akademis dan keterampilan," jelas Dhini Mekarsari.
Ia juga mendorong para alumni untuk menjadikan momen ini sebagai sarana membaca tren industri, serta terus mengembangkan kompetensi diri melalui pelatihan-pelatihan lanjutan. Termasuk nan difasilitasi oleh Balai Latihan Kerja (BLK) alias BBPVP guna mendapatkan sertifikat kompetensi nan diakui. (HS/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·