Tawaran Strategis untuk TNI di Balik Pertemuan Prabowo dan PM Thailand

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya Indonesia dan Thailand memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan. Kerja sama ini sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan.

Menurut Prabowo, hubungan pertahanan kedua negara perlu ditingkatkan, terutama melalui kerja sama lebih intensif antara angkatan bersenjata Indonesia dan Thailand.

"Kita kudu meningkatkan jumlah dan tingkat training berbareng antara kedua angkatan pertahanan. Kita kudu meningkatkan pertukaran perwira dalam training dan pendidikan," kata Prabowo saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dia menilai peningkatan latihan berbareng serta pertukaran perwira bakal memperkuat kapabilitas dan profesionalisme personel militer kedua negara. Selain itu, kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan strategis Indonesia dan Thailand.

"Jika Thailand dan Indonesia bekerja sama dengan sangat erat, ini dapat berkontribusi pada Asean nan lebih kuat dan stabil," tutur Prabowo.

Sementara itu, PM Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan kesiapan negaranya untuk memperluas kerja sama di sektor industri pertahanan. Dia menawarkan penyediaan kendaraan lapis baja amfibi berjantera untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di industri pertahanan. Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi berjantera (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand," jelas PM Anutin.

PM Anutin turut mengapresiasi kesempatan nan diberikan Indonesia dalam menggunakan produk pertahanan buatan Thailand.

"Saya sangat berterima kasih atas kesempatan nan diberikan kepada kami untuk menggunakan produk kami di negara Indonesia," kata dia.

PM Anutin mengatakan Thailand juga mau memperkuat kerja sama di bagian pertahanan dan keamanan. Hal ini dilakukan dengan adanya latihan campuran rutin, pertukaran informasi, hingga kerja sama keamanan maritim dengan TNI.

"Saya sangat senang mengetahui bahwa bapak presiden pernah berlatih berbareng pasukan unik Thailand saat Anda bekerja di pasukan unik Indonesia. Saya juga ceria bahwa pertemuan komite tingkat tinggi antara dua negara telah berjalan sukses di Bangkok Februari tahun ini," pungkas PM Anutin.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita