, SURABAYA, – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa strategi pressing tinggi nan diterapkan timnya menjadi aspek penentu kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta. Pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2026 ini berjalan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu.
Menurut Tavares, gol penentu kemenangan Bajul Ijo berasal dari keberhasilan para pemain melakukan tekanan ketat di area pertahanan lawan. Strategi ini memaksa pemain Persija melakukan kesalahan umpan nan berujung pada terciptanya kesempatan emas.
"Gol nan menentukan pertandingan berasal dari pressing tinggi nan kami lakukan dengan sangat baik hingga musuh melakukan umpan nan jelek ke penjaga gawang. Kadang-kadang keberuntungan memang diperlukan, tetapi keberuntungan datang dari kerja keras," ujar Tavares dalam konvensi pers usai laga di Stadion GBT.
Dominasi dan Peluang Emas Persebaya
Juru strategi asal Portugal itu menilai timnya tampil solid baik saat menguasai bola maupun ketika dalam posisi bertahan. Ia menyoroti bahwa Persebaya bisa menciptakan lebih banyak kesempatan rawan dibandingkan tim tamu, Macan Kemayoran.
Meski hanya mencetak satu gol, sejumlah kesempatan emas sebenarnya sukses diperoleh oleh para pemain depan Persebaya. Tavares menyebut nama-nama seperti Francisco Rivera, Ramadhan Sananta, dan Miguel Pereira nan sayangnya belum bisa mengonversi kesempatan tersebut menjadi gol tambahan.
Intensitas Tinggi di Laga Pramusim
Di sisi lain, Tavares mengaku cukup terkejut dengan tingginya intensitas permainan nan tersaji di lapangan. Ia menilai laga ini sangat ketat untuk ukuran pertandingan pramusim, sehingga mempengaruhi rencana rotasi pemain nan telah disusunnya.
"Ini pertandingan nan sangat intens untuk ukuran pramusim. Saya punya rencana melakukan beberapa pergantian pemain, tetapi lantaran intensitas pertandingan sangat tinggi, saya tidak bisa memasukkan pemain nan sudah saya rencanakan," jelasnya.
Selain memuji performa tim, Tavares juga menyoroti masalah kedisiplinan. Ia berambisi para pemain dapat memperbaiki diri setelah timnya menerima sejumlah kartu kuning dalam laga tersebut, termasuk kartu nan diterima oleh bek handal Yuran Fernandes. "Kami sudah membicarakan perihal ini sebelum pertandingan. Saya berambisi pada laga berikutnya kami bisa memperbaikinya dan ini menjadi pelajaran bagi semua pemain," tegasnya.
Modal Positif untuk Musim Baru
Sementara itu, bek Persebaya, Risto Mitrevski, menilai kemenangan atas Persija menjadi modal berbobot bagi tim. Ia mengakui bahwa skuad saat ini baru menjalani masa persiapan nan relatif singkat, ialah sekitar tiga pekan.
"Kami baru memulai latihan sekitar tiga minggu lalu. Dari sini kami kudu terus berkembang dan menjadi tim nan lebih kuat," ujar Risto. Ia menambahkan bahwa timnya bisa bermain kompak, memanfaatkan transisi dengan baik, dan menciptakan banyak kesempatan meski musim kejuaraan baru saja dimulai.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·