Tato Bisa Ganggu Akurasi Fitness Tracker di Smartwatch: Ini Penyebab dan Solusinya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Ini Penyebab dan Solusinya Ilustrasi seseorang dengan tato.(Dok. Magnific)

PENGGUNAAN fitness tracker alias smartwatch telah menjadi bagian tak terpisahkan dari style hidup sehat modern. Perangkat ini diandalkan untuk memantau debar jantung, kualitas tidur, hingga tingkat stres secara real-time. Namun, bagi perseorangan nan mempunyai tato di area pergelangan tangan, muncul sebuah hambatan teknis nan sering dikeluhkan: info nan tidak jeli alias sensor nan sering berakhir berfungsi.

Fenomena ini bukan sekadar mitos. Secara teknis, tinta tato memang dapat memengaruhi langkah kerja sensor pada perangkat wearable. Memahami gimana teknologi ini bekerja bakal membantu Anda mendapatkan hasil pemantauan kesehatan nan lebih optimal tanpa kudu menghapus karya seni di kulit Anda.

Bagaimana Sensor Fitness Tracker Bekerja?

Mayoritas fitness tracker menggunakan teknologi nan disebut Photoplethysmography (PPG). Sensor ini bekerja dengan memancarkan sinar (biasanya berwarna hijau) ke dalam kulit dan mengukur jumlah sinar nan dipantulkan kembali.

Darah berwarna merah lantaran dia memantulkan sinar merah dan menyerap sinar hijau. Ketika jantung berdetak, aliran darah di pergelangan tangan meningkat, sehingga lebih banyak sinar hijau nan diserap. Di antara debar jantung, penyerapan sinar berkurang. Dengan menghitung perubahan penyerapan sinar ini, perangkat dapat menentukan debar jantung Anda (BPM) dengan presisi tinggi.

Mengapa Tato Menjadi Penghalang?

Masalah muncul lantaran tinta tato terletak di lapisan dermis kulit, tempat nan sama di mana sensor PPG mencoba memantau aliran darah. Berikut adalah beberapa argumen kenapa tato mengganggu akurasi:

  • Penyerapan Cahaya oleh Pigmen: Tinta tato, terutama nan berwarna gelap seperti hitam alias biru tua, sangat efektif dalam menyerap sinar hijau dari sensor. Akibatnya, sensor tidak menerima pantulan sinar nan cukup untuk menghitung debar jantung.
  • Kepadatan Tinta: Tato nan sangat rapat (solid block) lebih berisiko mengganggu sensor dibandingkan tato dengan garis-garis tipis alias kreasi nan mempunyai banyak ruang kulit kosong.
  • Refleksi nan Terdistorsi: Tinta berwarna cerah alias metalik dapat memantulkan sinar dengan langkah nan tidak teratur, sehingga membingungkan algoritma perangkat dalam membedakan antara aliran darah dan gangguan optik.

Gangguan ini biasanya tidak memengaruhi fitur lain seperti GPS alias akselerometer (penghitung langkah), namun sangat berakibat pada sensor debar jantung dan saturasi oksigen (SpO2).

Dampak pada Data Kesehatan Anda

Jika sensor terganggu oleh tato, pengguna mungkin bakal mengalami beberapa masalah berikut:

Masalah Deskripsi
Data "Ghosting" Angka debar jantung tiba-tiba melonjak sangat tinggi alias turun drastis tanpa argumen medis.
Sensor Terputus Perangkat menganggap tidak sedang dipakai (off-wrist) sehingga fitur penguncian otomatis terus aktif.
Baterai Boros Sensor bekerja lebih keras (meningkatkan intensitas cahaya) untuk menembus tinta, nan menguras daya baterai.

Tips Mengatasi Gangguan Sensor bagi Pemilik Tato

Jika Anda mempunyai tato di pergelangan tangan dan mau tetap menggunakan fitness tracker secara akurat, berikut adalah beberapa solusi praktis nan bisa dicoba:

  1. Pindahkan ke Pergelangan Tangan Lain: Jika tato hanya ada di satu sisi, gunakan perangkat di tangan nan kulitnya tetap bersih.
  2. Gunakan Chest Strap (Tali Dada): Untuk olahraga intensitas tinggi, hubungkan smartwatch Anda dengan chest strap eksternal. Sensor dada menggunakan elektrokardiogram (EKG) nan membaca sinyal listrik jantung, sehingga tidak terpengaruh oleh pigmen kulit.
  3. Cari "Celah" pada Tato: Geser sedikit posisi perangkat ke area kulit nan tidak tertutup tinta pekat. Terkadang pergeseran 1-2 cm sudah cukup untuk memberikan akses bagi sensor.
  4. Gunakan Epoxy Sticker (Eksperimental): Beberapa pengguna melaporkan bahwa menempelkan stiker epoksi cerah mini di atas sensor dapat membantu memfokuskan cahaya, namun langkah ini tidak didukung secara resmi oleh produsen.

Kesimpulan

Tato memang dapat menjadi tantangan bagi teknologi sensor optik pada fitness tracker. Namun, perihal ini bukan berfaedah pemilik tato tidak bisa memantau kesehatan mereka. Dengan memahami batas teknologi PPG dan menggunakan perangkat bantu seperti chest strap, Anda tetap bisa mendapatkan info kebugaran nan jeli untuk mendukung sasaran kesehatan Anda.

(H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia