Jakarta -
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) secara resmi memberangkatkan peserta program Taruna Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian ke Sekolah Rakyat tahun 2026 dalam apel nan digelar di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Lebih dari 1.000 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) terpilih mengikuti program tersebut. Sebanyak lima taruna bakal ditempatkan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk melaksanakan pendampingan selama lima hari.
Gus Ipul menjelaskan maksud kehadiran taruna di Sekolah Rakyat adalah untuk menjadi role model kedisiplinan dan melatih manajemen hidup berasrama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di bilik sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua, itulah nan kudu ditularkan kepada siswa sekolah rakyat," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).
Apel dilaksanakan mulai pukul 06.58 WIB, Gus Ipul bertindak sebagai Pengambil Upacara. Selepas apel, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau demonstrasi Taruna dalam memberikan pengarahan kepada siswa dari SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang.
Demonstrasi nan dilakukan seperti pengarahan dalam kerapihan lemari dan kasur, materi ilmu jiwa lapangan, serta baris berbaris.
Dalam amanatnya, Gus Ipul menyampaikan ada tujuh perihal nan perlu dikuatkan oleh taruna selama masa pendampingan. Yakni kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan nusantara, ekstrakurikuler dan aktivitas kelompok, kebersihan diri dan lingkungan asrama, bela negara, serta aktivitas keagamaan.
"Ini adalah fondasi karakter nan bakal menopang anak-anak itu jauh setelah para taruna pulang dari sana. Untuk itu, saya menitipkan pesan kepada para taruna," ujar Gus Ipul.
"Dampingi siswa-siswa Sekolah Rakyat dengan penuh empati, jadilah kakak nan menjadi teladan bagi siswa-siswa sekolah rakyat," sambungnya.
Program Taruna Bhakti ini dilaksanakan berbarengan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat, ketika para siswa baru mulai beradaptasi dengan lingkungannya nan baru.
Gus Ipul menekankan dalam aktivitas ini tidak boleh ada bullying, kekerasan bentuk maupun seksual, serta intoleransi.
"Tiga perihal ini adalah garis merah nan tidak bisa ditawar oleh siapapun termasuk oleh kita semua. Maka jika memandang hal-hal seperti itu terjadi kita punya tanggungjawab untuk menghentikannya, membimbing dan kemudian mengarahkannya untuk melakukan nan lebih positif," tegas Gus Ipul.
Sementara itu, Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Letjen TNI R Sidharta Wisnu Graha turut memberikan motivasi dan pengarahan kepada para siswa Sekolah Rakyat saat meninjau demonstrasi taruna.
"Kamu kudu handal hadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Tangguh, jika Anda tidak tangguh, Anda bukan pejuang," kata Wisnu.
Sebagai informasi, aktivitas ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico; Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo; Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin; Wadanjen Akademi TNI Marsekal Muda TNI Wayan Superman; Astamaops Polri diwakili Waastamaops Irjen Pol Laksana; serta pejabat mengenai lainnya.
(akn/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·