Tarif Dagang AS Berubah Lagi, Dunia Usaha Ambil Sikap Hati-Hati

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2026 |18:53 WIB

Tarif Dagang AS Berubah Lagi, Dunia Usaha Ambil Sikap Hati-Hati

Apindo meminta pemerintah terus memonitor dinamika kebijakan tarif jual beli di Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah terus memonitor dinamika kebijakan tarif jual beli di Amerika Serikat (AS). Sebab, perubahan tarif pascakeputusan Mahkamah Agung AS setidaknya memengaruhi neraca perdagangan internasional kedua negara.

"Kepastian norma adalah the real low-cost capital bagi bumi usaha. Karena itu, kami mendukung pendekatan pemerintah nan terus memonitor perkembangan dan menjaga komunikasi bilateral agar tidak terjadi vacuum of clarity nan dapat mengganggu perencanaan perdagangan dan investasi," kata Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, Minggu (22/2/2026).

Sanny menekankan bumi upaya saat ini tetap mencermati secara saksama perkembangan tersebut dan belum dapat menarik kalkulasi final mengenai dampaknya. Perubahan konfigurasi tarif tentu berpotensi memengaruhi struktur biaya dan daya saing ekspor.

Namun, nan menjadi perhatian utama adalah kejelasan scope of product, sistem implementasi, serta keberlanjutan kebijakan tersebut ke depan.

"Dalam kondisi seperti ini, pelaku upaya condong mengambil pendekatan wait and assess sembari melakukan penyesuaian skenario upaya secara hati-hati, serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah," ujarnya.

"Perencanaan tahun melangkah bakal tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, diversifikasi pasar, serta penguatan efisiensi internal, sembari menunggu kepastian arah kebijakan dan perkembangan selanjutnya," imbuhnya.

Sanny menegaskan angan bumi upaya agar situasi ini segera mengarah pada konfigurasi kebijakan nan lebih stabil dan terinstitusionalisasi. Hubungan perdagangan Indonesia-AS berkarakter struktural dan jangka panjang, terutama bagi sektor padat karya berbasis ekspor nan mempunyai eksposur tinggi ke pasar AS.

Sejalan dengan itu, kepastian akses pasar, kejelasan patokan teknis, serta keberlanjutan perbincangan bilateral menjadi kunci.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com