(MI/HO)
TANTANGAN nan dihadapi industri asuransi kesehatan saat ini memerlukan pendekatan kolaboratif nan melibatkan seluruh pihak dalam ekosistem kesehatan. Peningkatan biaya jasa kesehatan dan tren inflasi medis menjadi tantangan nan perlu dihadapi bersama.
"Implementasi POJK Nomor 36 Tahun 2025 menjadi momentum krusial untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan membangun model upaya nan lebih sehat serta berkelanjutan," ujar Direktur Operasional PT Asuransi BRI Life Andrew Bain dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).
Karena itu, dia memandang Health Insurance Ecosystem Forum 2026 merupakan wadah strategis nan mempertemukan para regulator, pelaku industri asuransi, hingga penyedia akomodasi Kesehatan. Harapannya, mereka merumuskan masa depan ekosistem asuransi kesehatan nasional nan sesuai dengan penerapan POJK Nomor 36 Tahun 2025 mengenai pengendalian inflasi medis dan penguatan kerjasama dalam membangun ekosistem asuransi kesehatan nan lebih berkelanjutan.
Berkat penemuan berkepanjangan dan komitmen dalam membangun ekosistem asuransi nan solid, BRI Life menerima penghargaan Best Digital Health Insurance Experience dalam arena itu nan digelar CNBC Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6).
Penghargaan itu menjadi bukti nyata atas keberhasilan BRI Life dalam melakukan penyesuaian serta transformasi layanan, terutama di tengah dinamika izin baru dan perubahan model jasa kesehatan digital di Indonesia. Lewat integrasi ekosistem nan kuat berbareng induk usahanya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, BRI Life dinilai sukses memperluas aksesibilitas produk asuransi kesehatan nan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui Health Insurance Ecosystem Forum 2026, BRI Life berambisi transformasi digital juga kudu beriringan dengan peningkatan literasi digital. Karena kekuatan transformasi ini perlu dipahami agar menghadirkan faedah nan relevan bagi masyarakat luas. (Ant/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·