Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |10:02 WIB

PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan mengenai nomor Rp18.040 per liter nan tercantum pada struk pembelian Pertalite. (Foto: okezone.com/IMG)
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan mengenai nomor Rp18.040 per liter nan tercantum pada struk pembelian Pertalite. Pertamina menyebut nilai keekonomian nan tercantum pada struk merupakan gambaran nilai ekonomi BBM andaikan dihitung berasas komponen nilai pasar dan biaya penyediaan energi.
Namun demikian, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai nilai nan telah ditetapkan pemerintah lantaran adanya support subsidi.
"Harga jual Pertalite nan dibayarkan masyarakat saat ini merupakan nilai nan telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan beragam aspek sosial dan ekonomi," jelasnya, Rabu (17/6/2026).
Pertamina Patra Niaga juga menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi nan nilai jualnya mengikuti dinamika pasar. Namun, dalam pelaksanaannya, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai daya nasional.
Bahkan, pada periode sebelumnya, nilai Pertamax sempat ditahan agar tidak mengalami kenaikan guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kondisi perekonomian nasional.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·