Dua jenis tawon predator nan menyerang ulat pada tanaman kacang.(Dok. Brian Behnken/Washington University)
Tim peneliti dari University of Washington (UW) sukses mengungkap sistem pertahanan unik tanaman kacang biasa (common bean) nan bisa memanggil "pasukan" tawon predator untuk melindungi diri dari serangan ulat. Melalui penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Science Advances, intelektual mengidentifikasi protein penerima berjulukan inceptin receptor (INR) sebagai kunci utama sistem sirine alami ini.
Mekanisme ini bekerja saat ulat mengonsumsi daun kacang. Proses pencernaan ulat memotong protein tanaman menjadi bagian kimia nan disebut inceptin. Fragmen ini kemudian bercampur dengan air liur ulat dan tertinggal di daun. Protein INR pada tanaman mengenali jejak kimia tersebut sebagai sinyal serangan, nan kemudian memicu pelepasan gas kimia ke udara.
Gas kimia nan dilepaskan mengandung senyawa homoterpenes, nan berfaedah sebagai navigasi bagi tawon predator dari jenis Polybia sp. dan Mischocyttarus sp. Tawon-tawon ini bakal datang memburu ulat nan sedang menyantap tanaman tersebut, sehingga menciptakan sistem pengendalian (benih)penyakit hayati nan efektif.
Hasil Uji Lapangan:
- Tanaman dengan gen INR rusak mengalami penurunan kehadiran tawon predator hingga 40%.
- Pertumbuhan ulat pada tanaman tanpa INR melonjak hingga 72,7% lebih tinggi.
- Tanaman dengan INR normal bisa mengaktifkan gen pertahanan hanya dalam waktu satu jam setelah terpapar serangan.
Uji lapangan nan dilakukan di Oaxaca, Meksiko, menunjukkan bahwa tanaman dengan protein INR normal jauh lebih handal dibandingkan tanaman mutan nan gen INR-nya rusak. Tanaman nan kandas melepas sinyal kimia terbukti tidak bisa mengaktifkan sistem imun internal maupun eksternal, sehingga lebih rentan hancur oleh hama ulat grayak.
Temuan ini memberikan angan baru bagi sektor pertanian berkepanjangan untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Pemanfaatan sistem pertahanan alami ini, terutama melalui metode tumpang sari tradisional seperti menanam kacang berbareng jagung dan labu, diharapkan dapat melindungi ekosistem pertanian secara lebih ramah lingkungan. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·