Tanah dari Kementerian ATR Dimanfaatkan untuk Pembangunan Rusun dan Kota Satelit

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Menteri PKP: Tanah dari Kementerian ATR dimanfaatkan untuk rusun.

, JAKARTA, – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa tanah nan diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bakal dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit. Pengumuman ini disampaikan di Jakarta, Kamis, sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.

Menteri Maruarar Sirait, nan berkawan disapa Ara, menyatakan bahwa pembangunan rumah susun (rusun) dan kota satelit bakal menjadi prioritas, sejalan dengan perhatian dari Presiden Prabowo dan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengecekan tanah di 188 letak nan disediakan oleh Kementerian ATR.

Kementerian ATR/BPN di bawah ketua Nusron Wahid telah menyiapkan lahan skala besar untuk mendukung program ini. Nusron menyebutkan, total lahan nan terdata mencapai 129.764 hektare, namun nan dianggap potensial untuk dimanfaatkan saat ini adalah sekitar 37.709 hektare.

Pemerintah memprioritaskan pembangunan kediaman vertikal terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di area perkotaan. Sementara untuk pengembangan kota satelit, disiapkan lahan dengan skala nan lebih luas.

Menteri Maruarar menegaskan bahwa kesiapan lahan merupakan aspek kunci dalam keberhasilan Program Strategis Nasional. "Kami mempunyai konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 Juta Rumah. Kami mau tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia," ujarnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional