:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562032/original/086397200_1776773781-7.jpg)
1/9
Pengendara motor wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Selasa sore, 21 April 2026, selepas waktu kerja, beberapa wanita tampil penuh percaya diri mengenakan kebaya berpadu aksesori modis lainnya. (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562033/original/015451400_1776773782-1.jpg)
1/9
Sebagaimana diketahui, setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati kelahiran Raden Ajeng Kartini. Tampak dalam foto, sejumlah wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562034/original/044058000_1776773782-2.jpg)
1/9
Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu sosok pahlawan nasional nan memperjuangkan kewenangan wanita Indonesia untuk mendapat akses pendidikan, kebebasan serta kesetaraan. Tampak dalam foto, sejumlah wanita mengenakan kebaya saat berada di Halte TransJakarta di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562035/original/073668500_1776773782-3.jpg)
1/9
Raden Ajeng Kartini menekankan pentingnya pendidikan untuk kemandirian perempuan. Tampak dalam foto, salah satu wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562036/original/000585400_1776773783-4.jpg)
1/9
Baginya pendidikan merupakan jalan utama untuk mengangkat derajat wanita agar berdikari dan berdaya. Tampak dalam foto, salah satu wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562037/original/026849600_1776773783-5.jpg)
1/9
Ia juga mendirikan sekolah untuk anak wanita di tanah kelahirannya, Jepara, Jawa Tengah. Tampak dalam foto, salah satu wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562038/original/054011300_1776773783-6.jpg)
1/9
Raden Ajeng Kartini berjuang melalui pemikiran nan dituangkan dalam surat-suratnya nan didokumentasikan dalam kitab berjudul "Door Duisternis tot Licht" alias Habis Gelap Terbitlah Terang. Tampak dalam foto, beberapa wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562039/original/084276600_1776773783-9.jpg)
1/9
Melawan segala corak diskriminasi, Raden Ajeng Kartini berjuang membuka akses untuk wanita Indonesia agar bisa berkontribusi lebih luas, bukan hanya di lingkungan domestik alias rumah tangga. Tampak dalam foto, beberapa wanita mengenakan kebaya saat melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562040/original/013997200_1776773784-8.jpg)
1/9
Gagasan Kartini membuka jalan bagi wanita Indonesia untuk mendapatkan kesetaraan dalam beragam bidang, termasuk sosial, pendidikan, dan hukum. Tampak dalam foto, wanita mengenakan kebaya sembari mengendarai motor melintas di sekitar area Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·