Tambang Ilegal hingga Prostitusi di Pulau Buru, 16 WN China Dibekuk

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) berbareng Komando Daerah Militer XV/Pattimura menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) melalui operasi penertiban terpadu di kawasan tambang emas terlarangan Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Tri menjelaskan sebelum penertiban, pada 13 April Kasum TNI Letnan Jenderal Richard Tampubolon berbareng Satgas PKH meninjau letak tambang dari udara.

Tim campuran lampau melaksanakan pengosongan lahan tambang terlarangan Gunung Botak serta penyisiran area base camp dan letak pemurnian emas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasilnya, diamankan 16 penduduk negara asing asal China nan diduga terlibat, serta ditemukan letak penjualan miras dan praktik prostitusi. Seluruh WNA tersebut telah diserahkan ke pihak imigrasi," kata Doddy dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5)

Doddy mengatakan penertiban nan dilakukan tidak hanya berfokus pada pengosongan lahan, tetapi juga mencakup penanganan menyeluruh terhadap beragam akibat sosial nan ditimbulkan.

"Temuan 16 penduduk negara asing asal China di letak tambang dan adanya praktik prostitusi serta peredaran miras menunjukkan sungguh seriusnya ancaman ini jika dibiarkan. Ini bukan sekadar masalah ekonomi, ini adalah masalah stabilitas keamanan dan integritas negara," katanya.

Doddy mengatakan pentingnya penataan area tambang secara legal dan berkelanjutan.

Ia menyebut berbareng Pemprov Maluku, TNI berkomitmen untuk menata kembali area Gunung Botak.

"Penertiban ini adalah langkah nyata kita dalam menyelamatkan aset kekayaan alam Maluku dari pemanfaatan terlarangan nan merusak. TNI datang untuk mengawal kebijakan pemerintah wilayah agar pengelolaan sumber daya alam dapat beranjak ke jalur resmi, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Maluku secara legal," ujarnya.

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional