Raja Charles III(Royal Household 2024)
SEBUAH stasiun radio di Inggris menyampaikan permohonan maaf, setelah secara tidak sengaja mengumumkan Raja Charles III telah meninggal dunia.
Insiden mengejutkan ini dialami Radio Caroline nan berbasis di Essex, Inggris, pada 19 Mei lalu. Pihak manajemen stasiun radio tersebut menjelaskan kesalahan ini murni terjadi akibat kegagalan sistem pada komputer mereka.
Manajer Stasiun Radio Caroline, Peter Moore, mengonfirmasi lewat media sosial bahwa sistem komputer di studio utama mereka mendadak error dan mengaktifkan protokol darurat kematian personil kerajaan. Protokol ini merupakan prosedur standar nan wajib dimiliki seluruh stasiun radio di Inggris untuk mengantisipasi situasi darurat.
Melalui pernyataan resminya, Moore menjelaskan kronologi kejadian tersebut ke publik.
"Karena kesalahan komputer di studio utama kami, prosedur Kematian Raja, nan disiapkan oleh semua stasiun di Inggris dengan angan tidak perlu digunakan, secara tidak sengaja aktif pada Selasa sore, secara keliru mengumumkan bahwa nan Mulia Raja telah meninggal dunia," kata Moore.
Sesuai dengan protokol penyiaran duka nan bertindak di Inggris, stasiun radio kudu segera menghentikan program reguler mereka.
Sebelum pemancar mendadak senyap, Radio Caroline saat itu tengah memutar lagu, hingga akhirnya musik tersebut mendadak terputus dan digantikan oleh pengumuman duka cita. Setelah pengumuman selesai dibacakan, lagu kebangsaan Britania Raya, God Save the King, langsung berkumandang.
"Ini adalah Radio Caroline. Kami telah menangguhkan program normal kami hingga pemberitahuan lebih lanjut sebagai corak penghormatan resmi setelah wafatnya nan Mulia Raja Charles III," demikian bunyi pengumuman awal nan disiarkan.
Tidak lama kemudian, mereka kembali menegaskan pesan serupa kepada para pendengar.
“Ini adalah Radio Caroline. nan Mulia Raja Charles III telah meninggal dunia. Sebagai corak penghormatan, kami sekarang bakal memutar musik berkepanjangan nan sesuai hingga pemberitahuan lebih lanjut. Media buletin telah mengonfirmasi bahwa nan Mulia Raja Charles III telah meninggal dunia. Oleh lantaran itu, sebagai corak penghormatan, Radio Caroline menangguhkan program normalnya."
Moore menjelaskan stasiun tersebut langsung menyadari ada sesuatu nan salah setelah siaran berakhir secara tiba-tiba.
Pihak stasiun radio tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Raja Charles dan para pendengar. "Kami meminta maaf kepada nan Mulia Raja dan kepada para pendengar kami atas kesedihan nan ditimbulkan."
Saat pengumuman keliru itu menggemparkan para pendengar di Inggris, Raja Charles nan sekarang berumur 77 tahun sebenarnya sedang berada dalam kondisi sehat. Sang monarki justru tengah melakukan kunjungan kerja selama tiga hari di Irlandia Utara berbareng istrinya, Ratu Camilla.
Berdasarkan laporan dari Istana Buckingham, pasangan kerajaan tersebut sedang sibuk menghadiri seremoni budaya di Thompson Dock, letak berhistoris tempat kapal Titanic dibangun, serta berjumpa dengan para penampil nan bersiap untuk pagelaran musik Irlandia, Fleadh Cheoil na hÉireann. (Arise News/People/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·