Tak Secepat Minyak, Impor LPG dari Rusia Masih Perlu Pembahasan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkapkan pembelian minyak mentah (crude) dan LPG dari Rusia tidak bakal melangkah serentak. Adapun, andaikan impor minyak mentah dari Rusia dapat dieksekusi pada bulan ini, namun untuk impor LPG tetap memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pengiriman minyak mentah dari Rusia ditargetkan mulai dilakukan dalam bulan ini. Hal ini sebagai tindak lanjut dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal pekan ini.

"Oh jika untuk crude mungkin bulan-bulan ini," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Namun demikian, untuk LPG, prosesnya belum secepat minyak. Pasalnya, Pemerintah Indonesia dan Rusia saat ini tetap memfinalisasi pembahasan mengenai pembelian LPG ini.

"Kalau LPG tetap dalam finalisasi. Lebih sigap lebih baik," tambah Bahlil.

Di sisi lain, Bahlil juga menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pasokan energi, agar Indonesia tidak berjuntai pada satu negara pemasok. Menurutnya, pemerintah juga tetap membuka opsi impor dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

"Kenapa? Dalam posisi geopolitik nan tidak menentu kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara. Jadi kudu ada diversifikasi. Jadi Insya Allah crude kita bakal semakin membaik," ujarnya.

Bahlil mengatakan, impor LPG dilakukan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan LPG nasional nan diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

"Total produksi kita hanya 1,6 juta. Jadi kita kudu mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Nah Insya Allah Rusia sekarang dalam jika untuk LPG dalam taraf finalisasi," imbuhnya.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News