Tak Hanya Skincare, Tren Beauty From Within Kian Dilirik untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Tak Hanya Skincare, Tren Beauty From Within Kian Dilirik untuk Menjaga Kesehatan Kulit Founder & CEO PT Louis Renzo Cosmindo, William Krisnadi, mengatakan peluncuran WYCE didorong oleh perubahan langkah pandang masyarakat terhadap kecantikan nan semakin erat kaitannya dengan kesehatan.(Dok. PT Louis Renzo Cosmindo)

PERAWATAN kulit sekarang tidak lagi hanya berfokus pada penggunaan produk dari luar tubuh. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian masyarakat mulai bergeser pada pendekatan beauty from within, ialah menjaga kesehatan kulit melalui nutrisi dan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Salah satu konsep nan semakin banyak dibahas dalam bumi kesehatan adalah gut-skin axis, ialah hubungan antara kondisi saluran cerna dan kesehatan kulit. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan mikrobioma usus dapat memengaruhi beragam aspek kesehatan kulit, mulai dari tingkat inflamasi, sensitivitas kulit, hingga munculnya jerawat.

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Chintya Tedjaatmadja, Sp.GK menjelaskan bahwa kulit nan sehat tidak hanya dinilai dari tampilan nan cerah alias bercahaya, tetapi juga ditentukan oleh kondisi lapisan pelindung kulit nan berfaedah dengan baik.

"Definisi kulit sehat itu tidak hanya asal glowing dan putih. Tapi kudu pertama, punya barrier nan sehat dan kuat agar tidak mudah iritasi. Kedua, kudu punya kelembapan nan pas, tidak kering dan tidak berminyak, tapi moisture selalu dan tidak mudah iritasi. Sehingga tidak mudah untuk timbul flek, jerawat dan kerutan halus," ujar dr. Chintya dalam peluncuran produk kecantikan berbasis nutrisi WYCE di Jakarta, Sabtu (6/6).

Menurutnya, menjaga kesehatan kulit memerlukan support beragam nutrisi nan bekerja dari dalam tubuh. Salah satu bahan nan sekarang banyak mendapat perhatian adalah Korean Heartleaf alias Houttuynia cordata, tanaman nan terkenal dalam industri perawatan kulit Korea Selatan.

Dokter Chintya menjelaskan bahwa Korean Heartleaf mengandung beragam senyawa antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C nan berkedudukan membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas.

"Korean Heartleaf kaya bakal antioksidan seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin C nan membantu melindungi kulit dari radikal bebas, menjaga skin barrier, serta membantu menyamarkan noda hitam dan jejak jerawat. Kandungan ini mendukung kulit tampak lebih sehat, segar, dan bercahaya," katanya.

Ia menambahkan, flavonoid berkedudukan sebagai antioksidan nan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara polifenol berkontribusi dalam menjaga kegunaan lapisan pelindung kulit. Adapun vitamin C dikenal berkedudukan dalam membantu proses regenerasi kulit serta menyamarkan noda hitam dan jejak jerawat.

Selain kandungan antioksidan nan tinggi, Korean Heartleaf juga dikenal mempunyai sifat antiinflamasi nan membuatnya banyak digunakan untuk membantu merawat kulit sensitif dan rentan berjerawat.

Perhatian terhadap kesehatan kulit dari dalam tubuh sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap style hidup sehat. Tren tersebut mendorong berkembangnya kategori produk beauty from within, termasuk minuman kolagen nan dirancang untuk mendukung kesehatan kulit melalui asupan nutrisi.

Melihat perkembangan tersebut, PT Louis Renzo Cosmindo meluncurkan WYCE, produk collagen drink nan mengombinasikan kolagen dengan Korean Heartleaf. Perusahaan menyebut produk tersebut sebagai minuman kolagen pertama di Indonesia nan menggunakan bahan botani tersebut dalam formulanya.

Founder & CEO PT Louis Renzo Cosmindo, William Krisnadi, mengatakan peluncuran WYCE didorong oleh perubahan langkah pandang masyarakat terhadap kecantikan nan semakin erat kaitannya dengan kesehatan.

"Kami memandang adanya pergeseran kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya kesehatan sebagai fondasi kecantikan. Selama ini, pendekatan nan dilakukan condong berfokus dari luar, padahal akar dari kulit nan sehat berasal dari dalam tubuh. WYCE kami hadirkan sebagai solusi nan lebih relevan, menggabungkan penemuan bahan premium Korea dengan formulasi berbasis sains sehingga memberikan faedah nan lebih efektif, menyeluruh, dan berkelanjutan," ujar William.

Selain mengandalkan kolagen dan Korean Heartleaf, WYCE juga mengusung konsep #GutHealthGoodSkin nan menekankan pentingnya kesehatan saluran cerna sebagai salah satu fondasi kesehatan kulit. Konsep tersebut diwujudkan melalui penambahan psyllium husk dan inulin dalam formulasi produk. Psyllium husk dikenal sebagai sumber serat nan membantu melancarkan sistem pencernaan, sementara inulin berfaedah sebagai prebiotik nan membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

Pendekatan tersebut didasarkan pada konsep gut-skin axis, nan menyebut bahwa kondisi saluran cerna mempunyai keterkaitan dengan kesehatan kulit. Keseimbangan mikrobioma usus dinilai dapat membantu mengendalikan respons inflamasi dalam tubuh nan pada akhirnya turut memengaruhi kondisi kulit.

Menurut William, konsistensi menjadi salah satu aspek krusial dalam memperoleh faedah dari produk nutrisi kecantikan. Karena itu, perusahaan memilih menghadirkan produk dalam corak minuman siap konsumsi nan dinilai lebih praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.

"Kami merancang WYCE sebagai solusi kecantikan modern nan tidak hanya efektif secara formulasi, tetapi juga relevan dari sisi penggunaan sehari-hari. Bentuk minuman siap konsumsi membuatnya lebih praktis dan membantu menjaga konsistensi penggunaan sebagai bagian dari style hidup," katanya.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kesehatan dan kecantikan, pasar beauty supplement diperkirakan tetap mempunyai ruang pertumbuhan nan besar. Untuk mendukung ekspansi bisnisnya, WYCE dipasarkan melalui beragam platform e-commerce dan bakal datang dalam sejumlah pameran kecantikan, lifestyle exhibition, serta beragam aktivitas organisasi di beragam daerah.

Pada tahun pertama, perusahaan menargetkan penjualan mencapai 100.000 boks. Target tersebut didukung kapabilitas produksi hingga 10.000 boks per bulan di akomodasi produksi perusahaan di Yogyakarta serta jaringan lebih dari 1.100 afiliator nan terlibat dalam pemasaran produk.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konsep kecantikan semakin bergerak ke arah nan lebih holistik. Tidak hanya berfokus pada perawatan dari luar, tetapi juga memperhatikan kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan saluran cerna, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia