Jakarta -
Indonesia tidak hanya membeli minyak dari Rusia dan Amerika Serikat. Kini Indonesia juga memesan minyak dari negara Afrika, seperti Nigeria dan Angola.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman mengatakan pemesanan minyak ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengamankan pasokan minyak dalam negeri imbas ditutupnya selat Hormuz.
"Kita dari Nigeria, negara-negara Afrika seperti itu. Jadi sumber-sumber lain non-Selat Hormuz," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laode mengatakan impor minyak dari Nigeria bakal masuk Indonesia. Terkait berapa volume impor minyak dari Rusia, Laode tak banyak bicara.
"Sudah ada terealisasi. Dari Nigeria ya sudah jalan. Sudah ada, makanya saya bilang saya enggak bicara volume ya," ujarnya.
Sementara untuk impor minyak dari Angola, Laode juga tidak mengungkapkan berapa jumlah volumenya lantaran jumlahnya tidak terlalu besar. Akan tetapi, impor minyak dari Angola ini cukup membantu mencukupi kebutuhan minyak dalam negeri.
"Yang lain sementara itu sih nan saya tahu ya saat ini lantaran angkanya besar-besar. Kalau nan lain-lain kecil-kecil pasti di negara-negara lain ada juga, kan di Angola kayak gitu ada juga di negara-negara Afrika," terangnya.
Sebagai informasi, Indonesia telah mengamankan pasokan minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pengiriman minyak dari Rusia diharapkan dapat segera terlaksana dalam waktu dekat ini. Pasalnya, kesepakatan impor minyak dari Rusia tersebut sudah diteken.
Saat ini kata Bahlil, pembahasannya mengenai dengan skema pengirimannya. Ia bilang dalam satu alias dua Minggu ini, pembahasan tersebut sudah selesai. Dengan begitu, minyak dari Rusia bakal segera tiba di Indonesia.
"Secara deal sudah. Kontrak sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa, ya," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).
(hrp/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·