Niko Prayoga
, Jurnalis-Sabtu, 25 Juli 2026 |02:05 WIB

Pria dan Wanita. (Foto: Freepik)
PERUBAHAN suasana hati nan mendadak alias mood swing sering kali diidentikkan dengan wanita. Utamanya saat memasuki masa PMS.
Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa mengalami perihal serupa? Jika seorang laki-laki tiba-tiba menjadi lebih sensitif, mudah marah, hingga sering overthinking, bisa jadi itu adalah tanda bahwa kadar hormon testosteron dalam tubuhnya sedang anjlok.

1. Testosteron Rendah
Dokter Spesial Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, hormon testosteron tidak hanya berpengaruh pada stamina bentuk alias kegunaan seksual. Hal ini juga memegang peran krusial terhadap kesehatan mental dan kegunaan kognitif seorang pria.
Menurutnya, sensitivitas emosional pada laki-laki ini terjadi lantaran adanya keterkaitan erat antara hormon tersebut dengan sistem saraf pusat.
"Di otak seorang laki-laki itu ada reseptor alias penerima dari hormon testosteron. Sehingga, ketika hormon testosteron rendah, maka kegunaan otak kita tidak dapat bekerja secara optimal," kata dr. Jefry.
dr. Jefry menjelaskan, ketika pasokan hormon testosteron berkurang, akibat nan paling kentara adalah ketidakstabilan emosi. Pria nan biasanya tenang bisa berubah menjadi sosok nan susah ditebak dan condong lebih perasa.
"Pada seseorang nan hormon testosteronnya rendah, dia ngerasainnya, jika emosinya ini menjadi kurang stabil. Dia menjadi mudah tersinggung, mudah marah, depresi, sedih tanpa karena nan jelas, gelisah, juga keahlian berpikir nan terasa menurun. Hal ini dikarenakan ya, hormon testosteron ini berkedudukan krusial untuk kegunaan otak pria," tambah dia.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·