Sutradara Libatkan 300 Animator Lokal untuk Garap Film Animasi Garuda di Dadaku

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ronny Gani saat ditemui di area Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sutradara Ronny Gani mengungkap proses di kembali penggarapan film animasi Garuda di Dadaku nan melibatkan ratusan talenta lokal dari beragam wilayah di Indonesia.

Ronny menyebut, dalam produksi film animasi ini, dia melibatkan lebih dari 300 animator nan tersebar di sejumlah kota, seperti Batam, Bandung, Yogyakarta, dan Malang. Tak hanya itu, proyek ini juga menggandeng lebih dari 10 studio animasi.

“Dari sisi produksi animasinya saja itu 300 orang dan lebih dari 10 studio animasi di seluruh Indonesia, ada nan di Batam, ada nan di Bandung, ada nan di Jogja, Malang, dan semuanya,” kata Ronny dalam konvensi pers perilisan official trailer, poster, dan soundtrack original movie animasi Garuda di Dadaku di area Senayan, Jakarta Selatan.

Konferensi pers perilisan trailer, poster, dan original soundtrack "Garuda di Dadaku" di area Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Menurut Ronny, kerjasama lintas kota ini menjadi bukti bahwa talenta animator Indonesia tersebar luas dan mempunyai potensi besar. Ia pun memilih untuk mengandalkan kekuatan sumber daya manusia dibanding mengejar teknologi seperti Hollywood.

“Kita tidak terlalu berat ke teknologi, tapi kita lebih menitikberatkan ke human craft-nya,” tutur Ronny.

Di kembali posisinya saat ini, Ronny juga sempat melalui perjalanan nan tidak mudah. Ia mengaku pernah diragukan saat memutuskan menekuni bumi animasi, terutama lantaran pekerjaan tersebut belum umum di Indonesia pada masanya.

“Waktu saya mulai, enggak ada nan tahu bahwa animasi bisa jadi karier. Bahkan dipertanyakan, ‘Kamu menjadi animator, enggak bisa kerja di Indonesia, terus penghasilannya dari mana?’” ungkapnya.

Meski menghadapi keraguan, Ronny tetap melanjutkan langkahnya hingga akhirnya menemukan organisasi sesama animator nan saling mendukung.

Konferensi pers perilisan poster, trailer, dan original soundtrack Garuda di Dadaku di area Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sutradara soal Pesan nan Ingin Disampaikan Lewat Film Animasi Garuda di Dadaku

Pengalaman tersebut juga menjadi pesan nan mau Ronny sampaikan lewat movie animasi Garuda di Dadaku, bahwa mimpi besar bakal selalu diiringi tantangan.

“Yang kita pengin sampaikan, kita bakal selalu punya teman, punya keluarga, punya mentor nan saling membantu dan menyemangati dalam mencapai mimpi,” kata Ronny.

Lewat proyek ini, Ronny berambisi keterlibatan ratusan animator lokal bisa menjadi langkah awal untuk memperkuat industri animasi Indonesia sekaligus membuka kesempatan bagi talenta muda di masa depan.

Film animasi family Garuda di Dadaku mengisahkan Putra (13), anak laki-laki dengan mimpi besar menjadi pemain tim nasional Indonesia. Saat kegagalan membuatnya kehilangan keyakinan, kehadiran Gaga mengubah hidupnya dan membawanya pada perjalanan untuk menemukan kembali keberanian. Dalam proses itu, Putra belajar bahwa mimpi besar tidak pernah dicapai sendirian.

Karakter utama Putra diisi oleh Keanu Azka, sementara karakter Naya disuarakan oleh Quinn Salman. Adapun karakter Gaga diisi oleh Kristo Immanuel.

Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Tanya Yuson, dengan naskah nan ditulis oleh Sofia Lo berbareng Makbul Mubarak, movie ini menjadi interpretasi animasi baru dari IP movie legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn.

Garuda di Dadaku merupakan produksi BASE Entertainment dan KAWI Animation, dengan ko-produksi berbareng Robot Playground Media, serta kerjasama dengan beberapa pihak, salah satunya BolaLob. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 Juni 2026.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan