Survei IDM: 81,2% Responden Puas Pelayanan Polri, Tingkat Kepercayaan 79,2%

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Lembaga survei Indonesia Development Monitoring (IDM) mengungkapkan kepuasan publik terhadap pelayanan Polri mencapai 81,2%. Hasil survei lainnya, 75,1% responden puas terhadap penegakan norma oleh Polri.

Survei IDM menggunakan metode multistage random sampling, pengumpulan info dilakukan pada 7-20 April 2026. Sebanyak 1.580 responden dari di 34 provinsi di Indonesia dilibatkan dalam survei ini.

Seluruh responden berumur antara 17 hingga 65 tahun, terdiri dari laki-laki dan wanita nan dipilih secara random untuk mewakili populasi nasional. Metode survei dilakukan secara tatap muka langsung. Margin of error survei ini +- 2,47%.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 81,2% responden puas pada keahlian Polri terhadap pelayanan publik, seperti pelayanan mengurus SIM, membikin pelaporan dan membantu arus lampau lintas terutama saat liburan dan program mudik dan sebanyak 16,6% belum puas alias tidak puas dan sebanyak 2,2% tidak menjawab.

"Terkait penegakan norma oleh Polri sebanyak 75,1% responden juga puas dengan keahlian Polri di antaranya mengenai pemberantasan judi, perdagangan manusia, narkoba, kejahatan ekonomi, penimbunan BBM dan pangan, dll, sementara sebanyak 20,7% tidak puas dengan keahlian Polri dan 4,2% tidak menjawab," kata Direktur Eksekutive IDM, Dedi Rohman, dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Kemudian mengenai keahlian Polri dalam menciptakan tingkat rasa kondusif masyarakat serta kepercayaan terhadap penegak norma juga menunjukkan penilaian positif terhadap keahlian Polri. Hasil survei mengenai parameter 'Aman melangkah di luar rumah sendiri pada malam hari', sebanyak 88,7% responden menyatakan rasa kondusif melangkah di malam hari di luar rumah.

Terkait pengawasan internal Polri nan informasinya didapat masyarakat dari media sosial dan media mainstream sebanyak 76,7% responden puas dengan keahlian Polri dalam perihal pengawasan internal terhadap personil Polri nan melanggar dan sebanyak 20,4% tidak puas dan 2,9% tidak menjawab.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keahlian Polri sebesar 79,2%, akumulasi dari kategori sangat percaya dan percaya. Angka tersebut menunjukkan tren positif, di mana kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara terus mengalami pemulihan.

"Ini merupakan tingkat kepercayaan pascakerusuhan nan terjadi pada Agustus 2025 lalu. Kini, gambaran dan kepuasan publik terhadap keahlian Polri kembali menguat di mata masyarakat," ujar Dedi.

Hasil survei keahlian Polri ini mempunyai hubungan dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 80,7% responden puas terhadap keahlian Prabowo, di mana Polri ikut serta mensukseskan program ketahanan pangan dan MBG, serta kesiapan BBM diseluruh Indonesia.

Selain itu, hasil survei menunjukkan 52,3% responden nan mengetahui adanya peran kepolisian dalam program ketahanan pangan nan digagas Prabowo, sementara sebanyak 45,2% tidak mengetahui peran Polri dalam program ketahanan pangan dan selebihnya 2,5% tidak menjawab.

Sebanyak 78,7% responden mengapresiasi positif terhadap keikutsertaan Polri pada program ketahanan pangan. Sebanyak 17,4% kurang mengapresiasi dan menyatakan itu bukan tugas Polri alias peran kepolisian di luar kegunaan utamanya, dan selebihnya 3,9% tidak menjawab.

Survei juga menemukan bahwa responden memberikan penilaian positif terhadap peran aktif Polri dalam program MBG. Sebanyak 83,8% responden mengapresiasi keterlibatan Polri meningkatkan gambaran humanis melalui pengawasan mutu pangan (security food) dan pengedaran nan tertib, terutama melalui SPPG.

Sedangkan 13,8% nan kurang mengapresiasi keterlibatan Polri dalam program MBG dan sebanyak 2,4% tidak menjawab.

(rfs/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News