SUPAS 2025: KB Suntik Masih Jadi Kontrasepsi Favorit Perempuan Indonesia

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ilustrasi KB suntik 3 bulan. Foto: Doucefleur/Shutterstock

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, KB suntik masih menjadi metode kontrasepsi nan paling banyak dipilih perempuan Indonesia. Ya Moms, info menunjukkan, sebanyak 31,11 persen wanita menggunakan KB suntik sebagai perangkat kontrasepsi. Setelah itu, metode nan paling banyak digunakan adalah pil KB, implan, dan IUD.

Popularitas KB suntik bukan tanpa alasan. Selain mempunyai efektivitas nan tinggi, metode kontrasepsi ini juga dinilai praktis lantaran tidak perlu dikonsumsi setiap hari seperti pil KB.

Lantas, gimana sebenarnya langkah kerja KB suntik dan apa saja nan perlu diketahui sebelum menggunakannya?

Cara Kerja KB Suntik

Ilustrasi KB suntik. Foto: areeya_ann/Shutterstock

Dokter ahli kebidanan dan kandungan, dr. Achmad Mediana, Sp.OG, menjelaskan, KB suntik merupakan kontrasepsi hormonal nan bekerja dengan langkah mencegah ovulasi alias pelepasan sel telur.

Selain itu, hormon nan terkandung di dalamnya juga bakal menebalkan lendir serviks sehingga sperma lebih susah masuk ke dalam rahim untuk membuahi sel telur.

Bila digunakan sesuai agenda penyuntikan, KB suntik mempunyai tingkat efektivitas hingga 99 persen dalam mencegah kehamilan.

Ada Dua Jenis KB Suntik

Secara umum, terdapat dua jenis KB suntik nan digunakan di Indonesia, ialah KB suntik 1 bulan dan KB suntik 3 bulan.

KB suntik 1 bulan mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin, sedangkan KB suntik 3 bulan hanya mengandung hormon medroxyprogesterone.

Menurut dr. Achmad, ibu nan baru melahirkan juga dapat kembali menggunakan kontrasepsi setelah masa nifas sesuai rekomendasi dokter.

"Setelah melahirkan, ibu dapat mulai menggunakan kontrasepsi kembali sekitar 40 hari pascapersalinan, misalnya dengan KB spiral alias pil KB sesuai rekomendasi dokter. Selain itu, ASI eksklusif juga dapat berfaedah sebagai metode kontrasepsi alami pada ibu menyusui, dengan tingkat efektivitas sekitar 90 persen," ujar dr. Achmad pada kumparanMOM, Selasa (28/7).

Efek Samping KB Suntik

Sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya, penggunaan KB suntik juga dapat menimbulkan pengaruh samping pada sebagian perempuan.

Beberapa pengaruh samping nan umum terjadi antara lain:

  • Gangguan siklus menstruasi.

  • Kenaikan berat badan.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri payudara.

  • Mual alias muntah ringan.

  • Perubahan cairan memek alias keputihan.

  • Meski demikian, tidak semua pengguna bakal mengalami pengaruh samping nan sama.

Apakah Efek Samping Akan Hilang?

Pada umumnya, pengaruh samping KB suntik bakal berangsur membaik dalam waktu 2–3 bulan, seiring tubuh mulai beradaptasi dengan hormon nan terkandung di dalamnya.

Namun, andaikan keluhan terasa mengganggu alias tidak kunjung membaik setelah tiga bulan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa metode kontrasepsi tersebut kurang sesuai dengan kondisi tubuh.

Menurut dr. Achmad, KB suntik dapat digunakan dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan pertimbangan berkala.

"Untuk KB suntik bisa digunakan pada jangka panjang. Namun, jika sudah 12 bulan, sebaiknya berakhir dulu selama sekitar satu bulan agar tubuh mempunyai waktu beristirahat. Setelah itu, KB suntik dapat digunakan kembali dan bisa dipakai lebih dari dua tahun sesuai pertimbangan dokter," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan