Sudaryono: Saya Larang Keras Pejabat BGN Bertemu Diam-Diam dengan Mitra MBG

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melarang seluruh pejabat BGN melakukan pertemuan diam-diam dengan pihak nan mempunyai kepentingan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti mitra, pemasok, maupun pengelola dapur.

"Saya ingin, saya berbareng dua wakil kepala saya berkomitmen dan kami membawa budaya ini sampai ke level bawah. Di level Eselon 1, Eselon 2, dan seterusnya, saya larang dengan keras menerima pihak-pihak nan berkepentingan secara gelap-gelap, diam-diam. Semuanya kudu direspons dengan langkah nan proporsional dan baik," kata Sudaryono dalam konvensi pers di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, kebijakan itu diterapkan untuk mencegah bentrok kepentingan sekaligus menghindari munculnya dugaan praktik nan tidak etis. Sudaryono mengatakan, sekarang seluruh komunikasi maupun penyampaian aspirasi dari pihak nan berkepentingan soal MBG kudu dilakukan melalui jalur resmi nan telah disediakan BGN, ialah Pusat Pelayanan Terpadu (PPT).

"Segala aduan, segala perihal nan memang perlu dibicarakan kudu dibicarakan secara resmi. Termasuk saya membatasi diri, saya pribadi membatasi orang-orang nan barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia pemasok, dia entah apa begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pembatasan tersebut bukan lantaran setiap pertemuan tertutup pasti melanggar aturan. Namun, Sudaryono menilai pertemuan di luar sistem resmi dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

"Sekali lagi, belum tentu jika saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal nan tidak etis, tapi jika saya terima itu membikin orang menduga-duga, jadilah nan namanya fitnah," ujarnya.

Oleh karenanya, dia memilih menghindari pertemuan nan berpotensi memunculkan kecurigaan publik terhadap proses pengambilan keputusan di BGN.

"Jadi saya daripada menduga-duga oleh orang, apalagi diduga-duga oleh publik, diduga-duga oleh warganet, diduga-duga oleh masyarakat dan itu dugaannya adalah dugaan nan negatif, lebih baik itu kita hindarkan," ucap Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita