Subsidi Energi dalam RAPBN 2027 Capai Rp 272,95 T, Melesat dari 2026

Sedang Trending 40 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berbareng sejumlah menteri Kabinet Merah Putih memberikan salam saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Pemerintah menetapkan alokasi shopping negara untuk subsidi energi mencapai Rp 272,95 triliun dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

Pagu anggaran subsidi daya tersebut naik signifikan dari alokasi nan ditetapkan dalam APBN 2026, ialah sebesar Rp 210 triliun.

"Terus subsidi daya tahun depan itu mencapai Rp 272,95 triliun," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat Konferensi Pers Nota Keuangan RAPBN 2027, Jumat (14/8).

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pendapatan negara dianggarkan sebesar Rp 3.246 triliun, shopping negara Rp 4.097,2 triliun, dan defisit anggaran sebesar 2,4 persen dari PDB alias Rp 671,2 triliun.

Khusus untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah menganggarkan sebesar Rp 549,9 triliun, salah satu komponen dari anggaran tersebut ialah subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar.

"Terdiri dari PKH, sembako, iuran JKP, penanganan bencana, subsidi BBM, KIP kuliah, dan KIP," kata Airlangga.

Dalam bahan paparannya, alokasi kuota subsidi daya untuk JBT Solar ialah sebesar 20,09 juta kiloliter (KL). Jika dibandingkan kuota JBT Solar sepanjang tahun 2026 nan sebesar 18,63 juta KL.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan penambahan kuota subsidi daya sebagai dugaan dasar sektor ESDM untuk RAPBN 2027 meningkat, baik itu BBM, LPG, hingga listrik.

Untuk volume BBM dan LPG bersubsidi, dia menetapkan kenaikan dari nomor nan ditetapkan dalam APBN 2026. Pada tahun ini, subsidi BBM sebesar 19,17 juta kiloliter (KL), dengan realisasi sampai Mei 2026 sebesar 7,98 juta KL.

Sementara dalam usulan untuk RAPBN 2027, volume BBM bersubsidi dialokasikan dalam rentang 19,343 juta KL sampai 19,561 juta KL, terdiri dari minyak tanah (kerosene) dan solar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan