STOCKHOLM - Seorang laki-laki Swedia berumur 61 tahun dijatuhi balasan empat tahun lima bulan penjara lantaran memaksa istrinya untuk memberikan jasa seksual kepada lebih dari 120 pria. Pengadilan menemukan bahwa dia telah mengendalikan istrinya melalui ancaman kekerasan dan kamera keamanan, dan dinyatakan bersalah atas beragam pelanggaran termasuk percobaan pemerkosaan, mucikari berat, penyerangan, dan ancaman nan melanggar hukum.
Persidangan nan digelar di Härnösand, di pantai timur Swedia, juga menyatakan 28 laki-laki lainnya bersalah lantaran membeli jasa dan tindakan seksual.
Kasus ini menarik perhatian internasional dan dibandingkan oleh beberapa pihak dengan kasus Dominique Pelicot di Prancis nan terbukti telah membius istrinya saat itu, Gisèle, dan membiarkan laki-laki lain memperkosanya selama sembilan tahun.
Pria dari provinsi Ångermanland, Swedia, tersebut secara konsisten membantah melakukan kesalahan apa pun dan menyatakan bahwa dia hanya membantu mengatur pertemuan nan disepakati bersama.
Namun pengadilan memihak jaksa penuntut, dan menyatakan bahwa dia telah "mengeksploitasi" wanita tersebut dengan kejam. Identitas keduanya belum diungkapkan kepada publik, demikian dilansir BBC.
Jaksa penuntut mengatakan bahwa laki-laki itu mulai memaksa istrinya untuk berasosiasi seks dengan para laki-laki tersebut, nan datang ke pertanian terpencil mereka di Kramfors dari seluruh negeri, dengan hadiah pembayaran pada tahun 2022—dan baru berakhir ketika istrinya melaporkannya ke polisi pada Oktober 2025.
Ia memberi istrinya obat-obatan terlarang dan memanfaatkan keterpencilan rumah mereka di Swedia bagian timur, jaringan kontak istrinya nan terbatas, dan kamera pengawas di rumah mereka nan terkadang merekam pertemuan seksual untuk mengendalikan istrinya.
Ia juga menakut-nakuti bakal membunuh istrinya, menyiramnya dengan bensin, membakarnya, dan memotong jari-jarinya, kata jaksa kepada pengadilan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·