Rencana pembangunan jalur MRT nan menghubungkan Lebak Bulus dengan Serpong tetap menunggu hasil studi kepantasan (feasibility study) nan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Meski kajian segera selesai, proyek tersebut dipastikan belum bisa langsung masuk tahap konstruksi.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, mengatakan saat ini proses studi tetap berjalan dan baru bakal selesai pada penghujung tahun.
"Akhir tahun kajiannya baru selesai, akhir tahun," kata Tuhiyat kepada wartawan usai Pencanangan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (21/6).
Tuhiyat menjelaskan, setelah studi kepantasan rampung, tetap ada sejumlah tahapan lanjutan nan kudu diselesaikan sebelum proyek dapat dieksekusi. Mulai dari pembahasan kelembagaan, skema pembiayaan, hingga penyusunan kreasi teknis rinci alias perincian engineering design (DED).
"Abis kajian tetap banyak kelembagaan, finansial, baru pen-detailan, perincian engineering design," ujarnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2025, PT MRT memulai kajian pengembangan koridor baru nan menghubungkan Jakarta Selatan dengan wilayah Tangerang Selatan.
Jalur tersebut diproyeksikan melayani area permukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi nan selama ini berjuntai pada kendaraan pribadi maupun transportasi jalan raya.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan penentuan rute akhir dan pendekatan teknis proyek tetap berjuntai pada hasil studi nan saat ini sedang berjalan.
“Itu tetap dalam studi. Masih dalam studi. Nanti kita nggak bisa bicara sebelum studinya selesai,” kata Farchad dalam MRT Jakarta Fellowship Program, dikutip pada Jumat (8/7).
Meski belum dapat diumumkan secara rinci, Farchad memastikan jalur ini bakal mempertimbangkan pusat-pusat permukiman sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, perihal ini krusial agar kehadiran MRT betul-betul menjawab kebutuhan mobilitas penduduk nan tinggal di area suburban.
Rencana pembangunan MRT Lebak Bulus-Serpong ini juga tercantum dalam arsip Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, khususnya dalam proyek pembangunan Jakarta Metropolitan Mass Rapid Transit Koridor Timur-Barat nan mencakup wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Pembangunan koridor ini melibatkan Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten, dan PT MRT Jakarta.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·