Studi terbaru nan dipublikasikan di jurnal The Lancet mengungkap, vaksin HPV sukses menurunkan akibat kematian akibat kanker serviks pada wanita muda di Inggris. Bahkan, risikonya menurun drastis hingga nyaris nol kasus.
Dikutip dari The Guardian, studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Queen Mary University of London (QMUL) dan didanai oleh Cancer Research UK. Para peneliti menganalisis info kematian dan vaksinasi kanker pada wanita usia 20–34 tahun. Analisis info tersebut dilakukan untuk memperkirakan akibat vaksinasi HPV pada perempuan.
Menurut studi nan terbit pada Juni 2026, wanita nan sudah divaksinasi HPV di usia remaja awal (12–13 tahun) mempunyai nol akibat meninggal bumi akibat kanker serviks sebelum usia 30 tahun. Sementara itu, akibat kematian akibat kanker serviks pada wanita usia 30–34 tahun berada di nomor 63 persen.
Studi ini juga mengungkap penemuan besar. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak ada wanita usia 20–24 tahun di Inggris nan meninggal bumi akibat kanker serviks. Data ini dikumpulkan dari periode 2020–2024.
Lewat penelitian ini, para peneliti pun menyimpulkan bahwa vaksin HPV sukses menyelamatkan ratusan nyawa wanita dari kanker serviks.
“Sungguh berita menggembirakan bahwa tidak ada wanita berumur 20–24 tahun nan meninggal bumi akibat kanker serviks di penjuru Inggris selama 2020–2024. Pencapaian ini terjadi berkah nyaris 90 persen wanita Gen Z divaksinasi HPV lewat program imunisasi sekolah dan program tambahan,” jelas peneliti studi dan Profesor Epidemiologi Kanker di Queen Mary University of London, Peter Sasieni, dikutip dari situs resmi kampus.
Peter menekankan, ini merupakan studi pertama nan menyorot akibat vaksinasi HPV terhadap mortalitas kanker serviks.
“Selama lebih dari dua dekade, tim kami telah mengumpulkan bukti untuk menunjukkan bahwa virus HPV (human papillomavirus) menyebabkan kanker serviks dan vaksinasi dapat mencegah infeksi, perubahan prakanker, dan penyakitnya itu sendiri,” kata Peter.
Peter menjelaskan, sejak diperkenalkan di Inggris pada 2008, vaksin ini sudah mencegah kematian pada nyaris 200 wanita di Inggris.
“Namun, ini hanyalah puncak dari gunung es. Seiring dengan bertambahnya usia generasi penerima vaksinasi, kita bakal memandang lebih banyak lagi nyawa nan diselamatkan dari kanker serviks. Sungguh luar biasa, satu suntikan bisa nyaris mengeliminasi satu jenis kanker,” ucapnya.
Dia menegaskan, riset ini menunjukkan sungguh krusialnya vaksinasi HPV dalam melindungi lebih banyak lagi wanita dari kanker serviks.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mempunyai strategi dunia dalam mengentaskan kanker serviks, ialah per 2030, seluruh negara di bumi kudu memvaksinasi setidaknya 90 persen anak wanita dengan vaksin HPV di usia 15; melakukan skrining pada 70 persen perempuan; dan mengobati 90 persen wanita nan menderita penyakit serviks.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·