Strategi Narasi Digital dan AI untuk Dongkrak Pariwisata Indonesia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Strategi Narasi Digital dan AI untuk Dongkrak Pariwisata Indonesia Ilustrasi--Wisatawan mancanegara melangkah di dermaga apung setibanya di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, Senin (2/2/2026).(ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menekankan pentingnya kekuatan narasi di media sosial dalam memengaruhi keputusan wisatawan. Narasi nan tepat dinilai bisa mengubah persepsi sekaligus memicu minat visitor untuk mencoba pengalaman baru di beragam destinasi tanah air.

Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Media Kemenpar, Apni Jaya Putra, menyatakan bahwa kerjasama antara pelaku industri dan wartawan sangat krusial dalam membangun narasi nan kredibel.

"Kita pelaku industri pariwisata dan wartawan pariwisata sudah tugasnya untuk mengorkestrasikan nilai-nilai narasi nan sejujurnya terbukti, tervalidasi, dan benar," ujarnya dalam jumpa media di Jakarta, Jumat (05/06/2026).

Visual dan Storytelling: Kunci Pemasaran Imersif

Menurut Apni, otak manusia secara alami lebih mudah menyerap info melalui visual. Kekayaan sejarah, budaya, dan alam Indonesia bakal jauh lebih efektif dipasarkan jika dikemas dengan visual menarik nan didukung oleh narasi mendalam, seperti cerita rakyat alias kepercayaan lokal.

Pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga disebut sebagai katalisator utama. AI memungkinkan narasi disesuaikan dengan kata kunci nan paling banyak dicari wisatawan, sehingga info tersampaikan secara lebih presisi.

"Di mana pun tempat, kita selalu punya cerita dan destinasi. Makanya perpaduan antara storytelling naratif dengan AI itu bakal menjadi sebuah kekuatan," tambah Apni.

Pergeseran Tren Pencarian Informasi Wisata:

Generasi muda saat ini condong meninggalkan mesin pencari konvensional seperti Google dan beranjak ke platform visual seperti TikTok dan IG untuk mencari rekomendasi tempat makan hingga destinasi wisata.

Peran Nano Influencer dan Kekuatan Viralitas

Senada dengan perihal tersebut, Brand Strategist & Founder Konner Advisory, Silih Agung Wasesa, beranggapan bahwa pemerintah tidak perlu selalu berjuntai pada figur publik dengan biaya fantastis. Saat ini, nano influencer alias pengguna media sosial dengan pengikut sedikit namun mempunyai keterikatan (engagement) tinggi, justru mempunyai akibat besar.

Silih menyoroti kejadian "SJW" (Social Justice Warrior) alias golongan penggerak rumor sosial nan sering kali merupakan orang biasa, namun bisa membikin sebuah destinasi menjadi viral melalui video singkat nan jujur dan menarik.

Berikut adalah ringkasan strategi penguatan narasi pariwisata berasas paparan para ahli:

Komponen Strategi Deskripsi & Manfaat
Storytelling Naratif Mengangkat cerita rakyat, sejarah, dan budaya lokal untuk menciptakan kedekatan emosional.
Integrasi AI Optimasi kata kunci dan personalisasi konten agar sesuai dengan minat pasar.
Visualisasi Imersif Memanfaatkan kecenderungan otak manusia nan lebih sigap merespons info visual.
Nano Influencer Mengandalkan konten organik dari masyarakat umum nan mempunyai potensi viralitas tinggi.

Dengan kombinasi teknologi AI dan narasi nan autentik, pariwisata Indonesia diharapkan dapat bersaing lebih efisien di kancah global, terutama dalam menjangkau generasi muda nan sangat aktif di platform digital. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia