Strategi Kepemimpinan Isnaini Yunus di Truntum Cihampelas Bandung

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Strategi Kepemimpinan Isnaini Yunus di Truntum Cihampelas Bandung Isnaini Yunus, General Manager Truntum Cihampelas Hotel, beserta jajaran.(Dok. Truntum Cihampelas)

KESUKSESAN sebuah hotel tidak hanya bersandar pada kemegahan gedung alias kelengkapan fasilitas, melainkan pada kekuatan kepemimpinan nan bisa menyatukan visi dan membangun budaya kerja nan solid. Prinsip inilah nan dipegang teguh oleh Isnaini Yunus, General Manager Truntum Cihampelas Hotel, dalam menakhodai perjalanan hotel tersebut sejak masa pre-opening hingga menjadi salah satu pilihan utama di Kota Bandung.

Bagi Isnaini, fase awal pengembangan hotel merupakan masa krusial nan menuntut lebih dari sekadar kesiapan operasional. Tantangan terbesarnya adalah membentuk tim nan mempunyai komitmen serupa terhadap kualitas pelayanan. Ia meyakini bahwa fondasi organisasi nan kuat adalah penentu keberhasilan jangka panjang.

“Kami tidak hanya membangun sebuah hotel, tetapi juga membangun tim, budaya kerja, dan fondasi organisasi nan bakal menjadi penentu keberhasilan dalam jangka panjang,” ujar Isnaini dalam keterangannya.

Selama proses pengembangan, Isnaini memimpin beragam langkah strategis, mulai dari pembentukan struktur organisasi, rekrutmen, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), hingga simulasi pelayanan. Di tengah dinamika tersebut, pengembangan sumber daya manusia (SDM) selalu ditempatkan sebagai prioritas utama.

Menurutnya, kepemimpinan nan efektif adalah tentang pemberdayaan. Seorang pemimpin kudu bisa menciptakan lingkungan kerja nan inklusif, di mana setiap perseorangan merasa didorong untuk terus berkembang. Di bawah arahannya, Truntum Cihampelas mengedepankan nilai-nilai kolaborasi, komunikasi terbuka, integritas, serta semangat belajar berkelanjutan.

“Pencapaian sebuah hotel bukanlah hasil kerja satu orang. Keberhasilan lahir dari tim nan mempunyai kepercayaan, tujuan, dan semangat nan sama untuk memberikan pengalaman terbaik bagi setiap tamu,” tegasnya.

Isnaini tetap teguh pada keyakinannya bahwa manusia adalah aset terbesar dalam industri hospitality. Kualitas pelayanan nan diterima oleh tamu merupakan gambaran langsung dari kualitas kepemimpinan dan soliditas tim di kembali layar.

Ia menutup dengan sebuah filosofi nan menjadi motor penggerak timnya: “Strong leadership creates strong teams, and strong teams create exceptional guest experiences.” (RO/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia