Foto udara petani memanen tebu di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, Senin (11/8/2025).(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Provinsi Jawa Timur terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung produksi gula nasional. Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berbareng para pemangku kepentingan industri gula masif menjalankan strategi bongkar ratoon guna mengejar sasaran swasembada gula nasional nan telah dicanangkan pemerintah pusat.
Langkah ini diambil menyusul pertimbangan terhadap penurunan produktivitas di sejumlah sentra perkebunan tebu rakyat. Banyak tanaman tebu milik petani nan telah melewati masa produktif optimal lantaran terus dilakukan keprasan (ratoon) selama bertahun-tahun tanpa adanya peremajaan bibit secara total.
Urgensi Revitalisasi Melalui Bongkar Ratoon
Secara teknis, bongkar ratoon adalah proses membongkar akar tanaman tebu lama dan menggantinya dengan bibit baru (plant cane). Strategi ini dianggap krusial lantaran beberapa argumen utama:
- Peningkatan Rendemen: Varietas baru nan ditanam mempunyai potensi rendemen di atas 8-9%, jauh lebih tinggi dibandingkan tebu ratoon tua nan seringkali hanya mencapai 6-7%.
- Ketahanan Hama: Bibit unggul hasil riset terbaru lebih tahan terhadap serangan (benih)penyakit dan penyakit nan kerap menyerang tanaman tua.
- Optimalisasi Lahan: Dengan input pupuk nan sama, tanaman baru bisa menghasilkan tonase tebu nan lebih besar per hektarenya.
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran unik untuk support bibit unggul dan pendampingan teknis bagi golongan tani nan berkomitmen melakukan bongkar ratoon secara serentak.
Sinergi Petani dan Pabrik Gula
Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran Pabrik Gula (PG) dalam memberikan agunan serapan hasil panen. Sinergi kemitraan antara PG dan petani tebu rakyat diperkuat melalui pemberian angsuran modal kerja dan penyediaan perangkat mesin pertanian (alsintan) untuk mempermudah proses pembongkaran lahan.
Catatan Redaksi: Berdasarkan info terbaru, Jawa Timur menyumbang lebih dari 50% produksi gula nasional. Jika produktivitas naik sebesar 15-20% melalui program ini, maka defisit gula konsumsi nasional diprediksi bakal tertutup pada akhir tahun 2026.
Tantangan di Lapangan
Meskipun menjanjikan hasil nan lebih besar, tantangan utama terletak pada masa tunggu petani. Proses bongkar ratoon berfaedah petani kudu kehilangan satu siklus panen singkat alias mengalami penundaan pendapatan. Untuk mengatasi perihal ini, pemerintah mendorong program tanaman sela alias support tunai sementara agar kesejahteraan petani tetap terjaga selama masa tanam ulang.
Dengan konsistensi penerapan strategi bongkar ratoon, Jawa Timur optimis dapat memimpin jalan bagi Indonesia untuk meraih kedaulatan pangan, khususnya di sektor pemanis, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani tebu di daerah.
FAQ: Apa itu Bongkar Ratoon Tebu?
Apa perbedaan ratoon dan plant cane?
Ratoon adalah tanaman nan tumbuh kembali dari sisa tebangan sebelumnya, sedangkan plant cane adalah tanaman baru nan berasal dari bibit (bongkar ratoon).
Berapa lama idealnya tebu kudu dibongkar ratoon?
Idealnya, setelah 3 hingga 4 kali masa kepras (ratoon), tanaman tebu kudu dibongkar total untuk menjaga kualitas rendemen dan kesehatan tanah.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·