ilustrasi(Antara)
Basarnas mempertimbangkan kondisi arus bawah laut nan naik turun di letak kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 dengan memanfaatkan jendela waktu laut teduh. Langkah ini dilakukan agar tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) dapat masuk ke dalam badan kapal nan tenggelam guna melakukan pencarian korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa tim penyelam kudu bergerak sigap saat arus mulai tenang dan gelombang mengecil. Kondisi kondusif tersebut biasanya tidak berjalan lama, sehingga efektivitas waktu menjadi kunci utama.
“Saat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah nan dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman, dan itu waktunya tidak berjalan lama,” ujar Putu dalam konvensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (21/9) malam.
Tantangan Arus dan Risiko Kompartemen Bawah
Putu memaparkan bahwa tim memaksimalkan setiap kesempatan ketika kecepatan arus berada di bawah 2,5 knot. Dengan strategi berkejaran dengan waktu ini, tim penyelam sukses menemukan dan mengevakuasi lima jasad dari dalam badan kapal pada operasi SAR hari kesembilan.
Meski demikian, operasi ini mempunyai akibat tinggi, terutama saat menjangkau bagian bawah kapal. Area tersebut dinilai paling rawan lantaran ketidakpastian stabilitas posisi kapal saat penyelam memasuki kompartemen.
“Paling susah dan paling rawan dijangkau adalah kompartemen nan bagian bawah. Di sanalah nan paling susah dan berisiko lantaran begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini,” jelasnya.
Selain masalah stabilitas, teknik memecahkan kaca badan kapal juga menjadi perhatian serius. Penyelam kudu waspada terhadap potensi dorongan air nan luar biasa saat kaca pecah, nan dapat membahayakan keselamatan personel jika berada tepat di depan bukaan tersebut.
Data Terkini Operasi SAR KM Virgo Transport 8 (Hingga Senin, 21/9 pukul 22.00 Wita):
- Total Manifes: 243 orang
- Korban Ditemukan: 123 orang
- Selamat: 108 orang
- Meninggal Dunia: 15 orang
- Dalam Pencarian: 120 orang
Putu menegaskan bahwa keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama di tengah upaya maksimal memanfaatkan setiap celah waktu penyelaman. Hingga saat ini, koordinasi terus dilakukan, termasuk pengerahan puluhan penyelam campuran untuk memperluas area pencarian pada hari-hari berikutnya. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·