Mocca(Doc Java Jazz)
SELAMA tiga hari penyelenggaraan International Java Jazz Festival 2026 pada 29-31 Mei 2026, ribuan penikmat musik memadati Nusantara International Convention Exhibition (NICE), area Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka menikmati suguhan musik lintas aliran dari musisi nasional maupun internasional.
Di tengah kemeriahan festival musik terbesar di Indonesia tersebut, salah satu nan tetap menjadi ikon dari pagelaran musik ini adalah kehadiran Stage Bus Jazz, nan dihadirkan oleh MldSpot. Di panggung ini, penonton bisa menikmati pengalaman musik lebih dekat dan santai, dengan adanya area food bazaar.
Selama tiga hari Java Jazz, panggung unik Stage Bus Jazz dimeriahkan oleh Hezky Joe Sextet, Biru Baru, Jordan Susanto, Almira’s Infinite Playground, Gabriella Fernaldi, Mocca, Dua Empat, Emptyyy, Arumtala, Monita Tahalea, hingga Coldiac.
Mengusung konsep panggung di atas bus nan telah menjadi karakter unik selama bertahun-tahun, Stage Bus menawarkan pengalaman menonton nan berbeda dibandingkan panggung pagelaran pada umumnya.
Dengan jarak nan lebih dekat antara musisi dan penonton, suasana nan tercipta terasa lebih intim, hangat, dan personal. Pengunjung dapat menikmati penampilan musisi favorit mereka sembari bersantai di area food bazaar, menciptakan momen hubungan nan lebih natural dan akrab.
Antusiasme audiens juga dirasakan langsung oleh Mocca. Arina, vokalis Mocca, mengaku sempat cemas lantaran letak panggung berada di area food bazaar nan berpotensi membagi perhatian pengunjung. Namun kenyataannya, suasana nan tercipta justru sangat meriah.
“Kami sempat berpikir perhatian visitor bakal terbagi antara makan dan menonton pertunjukan. Ternyata justru sebaliknya, di atas panggung Stage Bus Jazz nan berbentuk bus ini suasananya justru sangat ramai dan hangat. Banyak nan ikut menyanyi berbareng dan kami terharu memandang para penonton hafal lagu-lagu Mocca,” ujar Arina dalam siaran pers nan diterima Media Indonesia, Rabu, (3/6).
“Java Jazz sukses berkembang tanpa meninggalkan identitasnya sebagai pagelaran jazz. Kehadiran musisi lintas aliran membikin pagelaran ini semakin dekat dengan generasi muda, sekaligus tetap relevan bagi penikmat musik dari beragam kalangan. Jazz tetap menjadi pondasi utama nan datang melalui beragam penampilan, kolaborasi, dan eksplorasi musikal nan ditawarkan setiap tahunnya. Kami memandang Java Jazz sebagai platform nan tepat untuk membangun engagement dengan audiens. Hal itu pula nan membikin kerjasama kami dan Java Jazz terus bersambung hingga lebih dari 15 tahun,” ungkap representatif MldSpot Nathaniel Widhiyanto Utomo.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·