Jakarta - Sudah tiga hari pascakebakaran yang melanda Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, para korban tinggal di tenda pengungsian. Di tenda pengungsian ini, polwan Brimob Polda Metro Jaya datang memulihkan trauma para korban, termasuk anak-anak.
Kegiatan trauma healing digelar para srikandi Brimob Polda Metro Jaya, Rabu (3/6/2026). Para polwan ini turut membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak nan tetap berada di pengungsian setelah rumah dan tempat tinggal mereka terdampak kebakaran.
Dalam aktivitas itu, Polwan Brimob Polda Metro Jaya membujuk anak-anak bermain bersama, bercanda, hingga membagikan makanan ringan dan bingkisan untuk mengembalikan suasana ceria di tengah kondisi pengungsian.
Anak-anak tampak antusias mengikuti aktivitas dan mulai kembali berinteraksi dengan penuh semangat berbareng personel Polwan nan datang di lokasi.
Selain trauma healing, Brimob Polda Metro Jaya juga terus membantu kebutuhan para pengungsi dan berkoordinasi dengan pihak mengenai dalam penanganan pascakebakaran di Pasar Jiung.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengatakan kehadiran polwan Brimob di letak pengungsian bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian dan support moril pascabencana. Menurutnya, pemulihan psikologis anak menjadi bagian krusial dalam proses penanganan korban kebakaran.
"Anak-anak memerlukan perhatian unik setelah mengalami situasi nan cukup berat. Melalui aktivitas trauma healing ini, kami mau menghadirkan rasa kondusif dan semangat baru agar mereka tetap ceria dan tidak larut dalam kesedihan akibat musibah nan terjadi," ujar Kombes Henik.
Kebakaran terjadi pada Senin (1/6) malam lalu. Peristiwa ini menghanguskan sekitar 250 gedung semi permanen dan berakibat pada sedikitnya 500 jiwa nan kehilangan tempat tinggal serta sumber penghidupan.
(mea/dhn)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·