Spesies baru tanaman begonia ditemukan di Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat. Tim peneliti menemukan dua jenis baru sekaligus dengan karakter nan tak biasa, daunnya berukuran raksasa.
Penemuan ini merupakan hasil ekspedisi biodiversitas nan dilakukan pada Oktober 2024 oleh tim dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia berbareng mitra internasional. Hasilnya baru dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Taiwania volume 71 nomor 2 tahun 2026, menandai pengakuan resmi dari organisasi ilmiah global.
Dua jenis tersebut diberi nama Begonia lawar dan Begonia sadtataiana, menambah daftar kekayaan tanaman di Pulau Borneo. Dengan temuan ini, jumlah jenis Begonia nan tercatat di Kalimantan sekarang mencapai 34 jenis.
Yang membikin kedua jenis ini unik adalah ukuran daunnya nan jauh lebih besar dibandingkan kerabatnya. Begonia lawar mempunyai daun bermotif putih dengan ukuran mencapai 52 x 22 centimeter. Sementara itu, Begonia sadtataiana tampil lebih besar dengan ukuran daun hingga 72 x 38 sentimeter, menjadikannya salah satu nan terbesar di Borneo sejauh ini.
Tak hanya besar, daun Begonia sadtataiana juga mempunyai sifat iridescent, ialah bisa memantulkan warna biru dalam kondisi sinar tertentu. Efek visual ini menjadi daya tarik tersendiri, baik dari sisi ilmiah maupun estetika.
Kedua jenis ini ditemukan di kediaman rimba tropis lembap pada ketinggian 100 hingga 450 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasan Betung Kerihun sendiri dikenal sebagai salah satu kantong biodiversitas krusial di Borneo, dengan luas mencapai 816.693 hektare.
Peneliti utama studi dari Indonesia, Agusti Randi, berbareng peneliti asal Inggris, Mark Hughes, menilai temuan ini mempunyai nilai ilmiah nan signifikan. Selain memperkaya kajian taksonomi tumbuhan, genus Begonia juga dikenal mempunyai potensi sebagai tanaman hias. Bentuk daun nan unik dan ukuran nan tidak biasa membikin kedua jenis ini berkesempatan dikembangkan lebih lanjut dalam bumi hortikultura.
Publikasi di jurnal Taiwania memperkuat validitas ilmiah dari penemuan ini. Dokumentasi tersebut juga membuka jalan bagi penelitian lanjutan, mulai dari aspek ekologi, distribusi, hingga potensi pemanfaatannya.
Di kembali temuan ini, tersimpan pesan nan lebih besar tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan. Keberadaan jenis baru menegaskan bahwa Betung Kerihun tetap menyimpan banyak potensi nan belum sepenuhnya terungkap. Namun, di saat nan sama, area rimba di Kalimantan Barat juga menghadapi tekanan serius, mulai dari deforestasi hingga perubahan iklim.
Kementerian Kehutanan berambisi penemuan ini dapat menjadi penguat upaya konservasi, sekaligus meningkatkan kesadaran bakal pentingnya menjaga kediaman alami.
Upaya pelestarian, pada akhirnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat, akademisi, hingga organisasi pecinta alam menjadi bagian krusial untuk memastikan kekayaan hayati ini tetap terjaga.
Temuan dua jenis Begonia berdaun raksasa ini bukan sekadar penambahan daftar flora. Ia menjadi pengingat bahwa rimba Indonesia tetap menyimpan banyak cerita, nan menunggu untuk ditemukan, sekaligus dijaga keberadaannya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·