Spanyol Vs Argentina: Albiceleste Punya Reputasi Raja Comeback, La Roja Punya Tembok Kokoh

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
 Albiceleste Punya Reputasi Raja Comeback, La Roja Punya Tembok Kokoh Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan Grup H Babak Pertama Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Arab Saudi di Stadion Mercedes-Benz (Stadion Atlanta) di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat pada 21 J( Anadolu Agency)

DUEL puncak Piala Dunia 2026 bakal mempertemukan dua tim dengan karakter nan kontras namun sama-sama efektif. Spanyol, nan berdiri sebagai tembok kokoh dengan catatan pertahanan impresif, bakal ditantang oleh juara memperkuat Argentina nan mempunyai reputasi sebagai ahli comeback. Pertarungan penentuan gelar ini dijadwalkan berjalan di Stadion MetLife, New Jersey, pada Senin (20/7) awal hari pukul 02.00 WIB.

Argentina melangkah ke final dengan modal mental baja setelah acapkali lolos dari situasi susah di fase gugur. Sebaliknya, Spanyol membangun kekuatan mereka dari disiplin kolektif nan menghasilkan pertahanan nyaris sempurna. Sepanjang turnamen, gawang La Roja baru kebobolan satu kali dalam tujuh pertandingan.

Bagi Argentina, kemenangan di New Jersey bakal mencatatkan sejarah baru. Albiceleste berkesempatan menjadi tim pertama sejak Brasil (1958 dan 1962) nan bisa mempertahankan gelar juara dunia. Jika berhasil, Lionel Messi dan kolega bakal melengkapi torehan empat gelar turnamen besar secara beruntun, menyusul kesuksesan di Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.

Ketangguhan Lini Belakang Spanyol

Jalan Argentina menuju trofi dipastikan tidak mudah. Tim didikan Luis de la Fuente telah membuktikan ketangguhan mereka saat menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal. Sederet penyerang kelas bumi seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise dibuat tidak berkutik oleh organisasi pertahanan rapat nan dipadukan dengan penguasaan bola unik Spanyol.

Di sisi lain, Argentina menunjukkan tren nan berbeda. Dalam tiga laga fase gugur, mereka selalu bisa bangkit dari tekanan. Dimulai dengan membalikkan keadaan saat menghadapi Mesir, menyingkirkan Swiss lewat perpanjangan waktu, hingga kemenangan comeback 2-1 atas Inggris di semifinal.

Kutipan Pelatih:
"Saya rasa tim ini justru bermain lebih baik ketika menghadapi situasi sulit. Kami bisa menunjukkan respons saat berada dalam tekanan. Spanyol adalah tim dahsyat nan layak berada di final," ujar pembimbing Argentina, Lionel Scaloni, mengutip Fox Sports.

Adu Strategi di Lini Tengah

Pertarungan di sektor tengah diprediksi bakal menjadi kunci hasil akhir. Spanyol mengandalkan trio Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo untuk mengendalikan tempo permainan. Sementara itu, Argentina tetap bertumpu pada Lionel Messi nan sekarang lebih sering bergerak ke sisi kanan lapangan sebagai pengatur serangan utama.

Strategi kedua tim diperkirakan bakal membikin laga melangkah alot. Spanyol condong sabar mengendalikan bola, sedangkan Argentina tidak keberatan menunggu momen tepat untuk melancarkan serangan kembali cepat. Keberhasilan memutus aliran bola Rodri dkk bakal menjadi tugas berat bagi lini tengah Argentina, sementara Spanyol wajib membatasi ruang mobilitas Messi agar tidak menciptakan kesempatan berbahaya.

Menariknya, Scaloni juga menyinggung kedekatan emosional Messi dengan publik Spanyol. "Saya minta para pendukung Spanyol menikmati final ini, mengingat semua kebahagiaan nan pernah dibawa Leo Messi kepada negara itu selama di Barcelona," pungkasnya.

Kini, publik sepak bola bumi menanti: apakah Argentina bakal mengukuhkan kekuasaan dunia mereka, ataukah Spanyol nan bakal mengakhiri penantian trofi Piala Dunia selama 16 tahun? (Dhk/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia