Kapal-kapal dari pelabuhan Cetraro berlayar menuju Gioia Tauro, Italia.(MEE)
Aktivis pro-Palestina di Italia meningkatkan tindakan protes terhadap dugaan rantai pasok militer nan mengenai dengan Israel melalui peluncuran kampanye baru bertajuk Global Intifada Disarm di Pelabuhan Gioia Tauro, Calabria, Italia selatan. Kampanye tersebut bermaksud mengawasi dan menghalang pergerakan peralatan nan diduga mempunyai keterkaitan dengan industri militer di tengah berlanjutnya bentrok di Gaza.
Aksi nan berjalan pada 29 Mei itu melibatkan demonstrasi darat dan laut nan diorganisasi serikat pekerja akar rumput serta Gerakan Pemuda Palestina (MYP) di Italia. Mobilisasi juga digelar serentak di beragam wilayah Italia, mulai dari pelabuhan, pusat logistik, hingga area industri nan dinilai mempunyai hubungan dengan produksi alias pengedaran perlengkapan militer.
Pelabuhan Gioia Tauro menjadi konsentrasi utama lantaran merupakan salah satu pelabuhan peti kemas terbesar dan paling strategis di area Mediterania.
Demonstrasi maritim dimulai sehari sebelumnya ketika lima kapal nan tergabung dalam inisiatif Thousand Madleens to Gaza berlayar dari Pelabuhan Cetraro menuju Gioia Tauro sebagai simbol penolakan terhadap apa nan mereka sebut sebagai ekonomi perang Italia.
Soroti Kontainer Baja Balistik
Aktivis menuding tetap terdapat kontainer berisi baja balistik serbaguna (dual-use ballistic steel) di area pelabuhan nan berpotensi digunakan untuk kebutuhan sipil maupun militer.
“Kami mempertahankan kehadiran di Pelabuhan Gioia Tauro untuk mengecam kerjasama pemerintah Italia, lembaga negara, dan perusahaan multinasional dalam rantai pasok nan berangkaian dengan bentrok di Palestina,” kata Antonio Viteritti dari golongan La Base Cosenza.
Menurut Viteritti, sebanyak 16 kontainer berisi material tersebut telah menjadi perhatian aktivis selama beberapa bulan terakhir. Ia menilai belum ada kepastian dari otoritas mengenai penghentian permanen pengiriman material tersebut.
Kelompok kampanye Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) Italia sebelumnya juga menginformasikan bahwa kapal kontainer MSC Manasvi dijadwalkan singgah di Gioia Tauro untuk memuat delapan kontainer nan tengah diawasi. Namun, menurut penyelenggara aksi, kapal tersebut akhirnya meninggalkan perairan pelabuhan tanpa mengambil muatan nan dimaksud.
Tuntut Transparansi Pemerintah
Kekhawatiran mengenai lampau lintas peralatan nan berpotensi mempunyai kegunaan militer meningkat setelah otoritas Italia melakukan inspeksi terhadap delapan kontainer di pelabuhan pada 18 Maret lalu. Pemeriksaan dilakukan oleh Polisi Keuangan dan Badan Bea Cukai Italia untuk menentukan apakah material nan diangkut diperuntukkan bagi penggunaan sipil, ganda, alias militer.
Kasus tersebut turut menarik perhatian parlemen. Anggota parlemen dari Gerakan Bintang Lima, Stefania Ascari, mengusulkan pertanyaan resmi kepada pemerintah mengenai pengiriman dan sistem pengawasan nan diterapkan di pelabuhan.
Sekretaris regional serikat pekerja USB Calabria, Peppe Marra, menegaskan pentingnya menjaga perhatian publik terhadap aktivitas di Gioia Tauro.
“Perhatian media dan tekanan publik sangat krusial agar kontainer-kontainer tersebut tidak dipindahkan secara diam-diam pada kemudian hari tanpa diketahui masyarakat,” ujarnya.
Penyelenggara tindakan menyebut protes di Gioia Tauro merupakan bagian dari gelombang mobilisasi nan berkembang di Italia sejak pecahnya bentrok di Gaza. Selain menyuarakan solidaritas terhadap Palestina, aktivitas tersebut juga menuntut transparansi nan lebih besar terhadap arus peralatan militer dan peralatan serbaguna nan melintasi prasarana strategis Italia. (MEE/B-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·