Songsong HUT ke-81 RI, Kota Kupang Perkuat Pembangunan Manusia(Pemkot Kupang)
MENYONGSONG HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Bagi Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, kemajuan kota tidak cukup diukur dari prasarana nan dibangun, tetapi dari kualitas manusia dan karakter masyarakat nan tumbuh di dalamnya.
Pandangan itu sejalan dengan tema resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, nan bagi Pemkot Kupang diwujudkan melalui pembangunan manusia nan berkualitas, sehat, berkarakter, serta mempunyai kesempatan nan setara untuk berkembang.
“Membangun sebuah kota itu bukan hanya membangun fisiknya, bukan hanya membangun infrastrukturnya, tetapi kita juga kudu membangun manusianya,” tegas dr. Christian.
Ia menilai kota nan maju bukan hanya ditandai oleh gedung dan akomodasi modern, tetapi juga oleh masyarakat nan saling menghargai, peduli, bergotong royong, serta memperoleh akses pendidikan dan kesehatan nan baik.
Karena itu, Pemkot Kupang memperkuat pembangunan SDM melalui sejumlah pendekatan, mulai dari pendidikan dan literasi, penguatan karakter serta perlindungan anak, hingga peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah.
Upaya itu menyasar beragam kelompok, dari anak-anak dan generasi muda hingga aparatur nan menjadi bagian krusial dalam memastikan pelayanan public melangkah semakin baik.
Dari Sekolah, Membangun Karakter Generasi
Penguatan karakter generasi muda menjadi salah satu perhatian melalui Roadshow TP PKK Kota Kupang nan menyasar sejumlah sekolah.
Di hadapan para siswa, Christian menekankan pentingnya keberanian melindungi diri dari kekerasan seksual melalui pesan sederhana, “tolak, lari, dan cerita.” Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan mempertahankan cita-cita. “It is not about a big dream, it's about how you keep that big dream when you grow old,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan di Kota Kupang tidak hanya diarahkan pada keahlian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keberanian mengambil keputusan, serta keahlian anak melindungi dan mengembangkan dirinya.
Upaya membangun generasi Kota Kupang nan berbudi pekerti juga melangkah beriringan dengan penguatan literasi dan pemerataan kesempatan belajar bagi setiap anak.
Komitmen itu diperkuat Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis melalui penguatan literasi dan perlindungan anak. Saat menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di UPTD SDN Palsatu, Serena menegaskan tidak boleh ada anak nan tertinggal lantaran keterbatasan akses dan kesempatan belajar.
“Setiap anak mempunyai potensi nan kudu kita rawat dan kembangkan bersama,” katanya. Selain literasi, Pemkot Kupang mulai memperkenalkan program self-defense bagi peserta didik sebagai bagian dari upaya membekali anak menghadapi perundungan maupun kekerasan.
Membangun SDM, Membenahi Pelayanan
Investasi pada pembangunan manusia juga diarahkan mencakup aparatur pemerintah sebagai bagian krusial dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemkot Kupang menerima penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas keberhasilan membangun manajemen ASN nan profesional, berbasis merit, dan berorientasi pada pengembangan karier. Kota Kupang menjadi satu-satunya wilayah di NTT nan menerima penghargaan tersebut.
dr. Christian menilai pembangunan pekerjaan ASN merupakan bagian dari pembangunan kualitas pelayanan publik. Aparatur nan mempunyai ruang berkembang, bekerja dalam sistem nan jelas, dan dihargai berasas keahlian bakal lebih siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Ketika ASN mempunyai kesempatan untuk berkembang, bekerja dalam sistem nan jelas, dan mendapatkan penghargaan nan layak atas kinerjanya, maka mereka bakal bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Prinsip itu sejalan dengan filosofi kepemimpinan Pemkot Kupang, To Govern is To Serve, memerintah adalah melayani.
Bagi dr. Christian, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk mempertegas kembali bahwa pembangunan wilayah kudu menghasilkan manusia nan bisa mengisi kemerdekaan, bukan sekadar kota dengan prasarana nan semakin banyak.
“Jalan dan gedung hanya menjadi fasilitas. Manusialah nan menentukan apakah sebuah kota betul-betul bergerak maju,” tegasnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kota Kupang, menghadirkan generasi nan terlindungi dan berkarakter, masyarakat nan mempunyai kesempatan untuk berkembang, serta aparatur nan professional dan berorientasi pada pelayanan.
Bagi Kota Kupang, kemerdekaan tidak hanya tentang apa nan dibangun hari ini, tetapi tentang manusia seperti apa nan disiapkan untuk menjaga masa depan kota dan Indonesia. (PO/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·