
Soccer Challenge Lahirkan Juara Baru di Jakarta Raya. (Foto: Ist)
TURNAMEN sepak bola putri Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 tahun MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026/2027 Seri 1 Jakarta Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah tuntas. Dua wilayah tersebut menghadirkan cerita berbeda dengan munculnya juara baru di Jakarta Raya dan keberhasilan SD Muhammadiyah Sapen mempertahankan gelar di KU 12 Yogyakarta.
Program Manager MLSC, Welly Arisanto, menilai support orang tua menjadi salah satu perihal krusial dalam perkembangan para pemain muda nan mengikuti kompetisi. Ia memandang antusiasme orang tua terus terlihat di setiap seri dan kota penyelenggaraan MLSC.
"Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah support orang tua ke peserta nan bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota penyelenggaraan MLSC itu orang tua selalu berkedudukan aktif dan itu krusial sekali buat mental para pemain," tutur Welly dalam keterangannya.
Selain support dari orang tua, Welly memandang kualitas permainan peserta juga mengalami perkembangan dari seri ke seri. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan semakin terbentuknya ekosistem sepak bola putri di Indonesia sekaligus membuka kesempatan munculnya sekolah-sekolah baru sebagai juara.
Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago juga menilai adanya perkembangan signifikan dalam kualitas permainan para peserta MLSC Seri 1 2026 - 2027. Tak hanya dari keberanian bermain, peningkatan juga terlihat pada penguasaan teknik dasar dan pemahaman peserta terhadap permainan sepak bola nan lebih terstruktur.
Soccer Challenge hadirkan juara baru
“Melihat pertandingan nan sudah melangkah di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari keahlian para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan nan penting, mereka mulai mengerti langkah bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya.
“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah sukses membikin sepak bola putri betul-betul menggeliat dan kita sekarang mulai bisa memandang hasil dari proses itu. Kalau kejuaraan seperti ini terus berjalan, saya percaya kualitasnya bakal terus naik lantaran turnamen nan kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu nan nantinya menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” tambahnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·