Hasil studi SMRC(SMRC)
Mahfud MD menempati posisi teratas dalam studi kualitas kepemimpinan nasional nan dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam skala 0-10, Mahfud meraih skor rata-rata 7,6, nomor nan secara signifikan melampaui penilaian terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Nama Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama pun berada jauh di atas Prabowo-Gibran.
Pendiri SMRC, Profesor Saiful Mujani, menjelaskan bahwa studi berjudul Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif ini melibatkan 200 opinion leaders nan terdiri dari 166 akademisi/ilmuwan dan 34 jurnalis. Studi nan dilakukan pada September 2026 ini menilai 31 tokoh nasional berasas beragam parameter kepemimpinan.
“Pemilih pada umumnya tidak cukup punya info untuk menilai calon presiden secara mendalam. Karena itu kami bertanya kepada golongan nan relatif lebih tahu tentang tokoh-tokoh ini,” ujar Saiful saat memaparkan hasil studi di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10).
Rincian Skor Mahfud MD vs Prabowo-Gibran
Mahfud MD tercatat unggul di nyaris seluruh parameter penilaian. Ia meraih skor 7,6 untuk aspek kapabilitas dan keahlian memimpin, 7,3 untuk empati, 7,7 untuk sikap pluralis-inklusif, serta 7,8 untuk komitmen terhadap profesionalisme TNI-Polri. Pada aspek politik luar negeri bebas aktif, Mahfud memperoleh 7,7, hanya terpaut tipis di bawah Retno Marsudi (7,8).
Sebaliknya, Presiden Prabowo Subianto mendapatkan skor rata-rata 5,1. Penilaian terendah Prabowo berada pada aspek komitmen terhadap profesionalisme TNI dan Polri dengan skor 4,2—angka nan sama dengan Kaesang Pangarep. Padahal, studi mencatat 84% responden menganggap pembatasan kegunaan TNI pada pertahanan dan Polri pada keamanan sebagai kriteria nan sangat penting.
Indikator lain untuk Prabowo meliputi:
- Empati: 4,9
- Kapabilitas: 5,1
- Politik luar negeri bebas aktif: 5,3
- Kemampuan memimpin: 5,5
- Sikap pluralis-inklusif: 5,8
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meraih skor rata-rata 4,4. Skor terendah Gibran terletak pada aspek kapabilitas alias kompetensi, ialah 3,7, nan merupakan terendah kedua setelah Kaesang (3,3). Gibran juga mendapat skor 4,0 untuk integritas, 4,2 untuk empati, dan 5,1 untuk sikap pluralis-inklusif.
Tokoh Lain dan Metodologi
Selain ketiga tokoh tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga muncul dengan skor rata-rata 7,0. Dedi meraih nilai cukup stabil di aspek keahlian memimpin (7,3), empati (7,1), dan sikap pluralis-inklusif (7,2), meski kapabilitasnya berada di nomor 6,7.
SMRC menggunakan teknik snowballing dalam menjaring responden lantaran ketiadaan daftar populasi opinion leaders secara nasional. Oleh lantaran itu, Saiful menegaskan bahwa hasil studi ini berkarakter deskriptif dan memberikan gambaran penilaian dari golongan mahir terhadap rekam jejak para tokoh, namun tidak mewakili seluruh golongan opinion leaders di Indonesia.
Catatan Metodologi: Studi melibatkan 200 responden mahir (akademisi dan jurnalis). Sebanyak 149 responden bersedia identitasnya dipublikasikan sebagai penilai dalam riset nan mengevaluasi kompetensi, integritas, hingga komitmen kerakyatan 31 tokoh nasional ini.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·