Skandal Lama Perselingkuhan Netanyahu Disorot, Mantan Bicara

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Skandal Lama Perselingkuhan Netanyahu Disorot, Mantan Bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berbincang di Gedung Capitol, Washington, AS( Drew ANGERER / AFP)

KASUS perselingkuhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah wanita nan pernah menjadi pasangan selingkuhnya sekaligus mantan penasihat strategisnya, Dr. Ruth Bar, untuk pertama kalinya buka bunyi mengenai hubungan tersebut.

Ruth berbincang secara terbuka setelah bertahun-tahun bungkam. Ia menjadi sorotan setelah Netanyahu mengakui perselingkuhan mereka dalam siaran langsung televisi nasional pada 1993.

Pengakuan tersebut terjadi ketika Netanyahu tengah mengikuti pemilihan pembukaan untuk menentukan kepemimpinan Partai Likud. Di tengah proses kampanye, seorang penelepon anonim menghubungi kediamannya dan menakut-nakuti istrinya, Sara Netanyahu.

Penelepon tersebut memperingatkan bahwa rekaman nan disebut memperlihatkan perselingkuhan Netanyahu bakal disebarluaskan andaikan Netanyahu tidak mengundurkan diri dari pencalonan.

Menghadapi ancaman tersebut, Netanyahu memilih untuk mengungkapkan hubungan itu lebih dulu demi mencegah skandal tersebut dimanfaatkan untuk mengguncang kampanyenya. Ia kemudian mendatangi studio televisi nan saat itu dikenal sebagai Channel 1 dan mengakui perselingkuhannya secara langsung di hadapan publik.

Namun, Ruth mengatakan dirinya baru mengetahui keputusan Netanyahu untuk mengungkapkan hubungan mereka beberapa saat sebelum Netanyahu tampil di televisi. Hal tersebut disampaikan Ruth dalam wawancara dengan Ben Caspit dari situs buletin Maariv.

Dalam pemberitaan Channel 12, Jumat ( 11/9) malam nan membahas wawancara tersebut, Caspit mengungkapkan bahwa pada kenyataannya tidak pernah ada rekaman mengenai perselingkuhan tersebut.

Caspit juga menyoroti gimana skandal tersebut pada akhirnya tidak menghancurkan rumah tangga maupun pekerjaan kedua pihak. Pernikahan Netanyahu dan Sara tetap bertahan, sementara pekerjaan politik Netanyahu justru terus berkembang hingga akhirnya dia menjadi perdana menteri pada 1996.

Di sisi lain, Ruth Bar selama bertahun-tahun sukses menjaga identitasnya tetap jauh dari sorotan publik. Ia kemudian membangun pekerjaan sebagai psikolog sekaligus konsultan strategis.

Kini, Ruth bersiap menerbitkan sebuah kitab berjudul Moah Tahat Hashpa'ah alias Otak di Bawah Pengaruh. Buku tersebut membahas sistem pengambilan keputusan serta strategi branding.

Menurut Caspit, hubungan perselingkuhan antara Ruth Bar dan Netanyahu berjalan selama beberapa tahun. Namun, setelah hubungan tersebut diketahui publik, Ruth disebut langsung dikeluarkan dari lingkaran orang-orang terdekat perdana menteri. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia