TKP ditemukannya RZW tergeletak di lingkungan sekolah.(MI/Yoseph Pencawan)
SEORANG siswi kelas V SD Negeri 200309 di Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara, berinisial RZW (12), ditemukan meninggal bumi di lingkungan sekolah, Kamis (15/10). Korban diduga tersengat listrik dari instalasi mesin pompa air sekolah.
RZW nan berdomisili di Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, ditemukan tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, aktivitas olahraga sedang berjalan di sekolah.
Seorang guru, Fitri Hayati (46), pertama kali menemukan korban. Pihak sekolah langsung membawa korban ke puskesmas untuk penanganan awal, lampau dirujuk ke rumah sakit meski akhirnya nyawa korban tidak tertolong.
Kapolsek Padangsidimpuan Batunadua AKP Sulaiman Rangkuti mengatakan, pihaaknya menerima info kejadian sekitar pukul 12.00 WIB. Laporan diterima melalui Bhabinkamtibmas Aipda Reki Susanto nan menerima laporan dari Kepala Desa Purwodadi.
Sekitar pukul 12.40 WIB, personel Polres Padangsidimpuan mendatangi letak kejadian untuk penanganan awal dan pengumpulan informasi. Penanganan awal dilakukan bersama. Polisi menyebut dugaan sementara korban meninggal akibat tersengat arus listrik dari instalasi mesin pompa air di area sekolah.
"Kami mengamankan peralatan bukti berupa satu unit mesin pompa air, kabel listrik dan busana sekolah korban," ungkap AKP Sulaiman.
Keluarga korban kemudian meminta pemeriksaan visum untuk memperoleh kejelasan penyebab kematian. Sekitar pukul 14.00 WIB, jenazah dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan.
Dalam pemeriksaan awal, ditemukan luka dan memar di sejumlah bagian tubuh korban, antara lain tangan, punggung, pipi dan bahu. Namun terdapat juga indikasi luka bakar nan menguatkan dugaan sengatan listrik.
Sejumlah saksi telah terdata untuk dimintai keterangan, ialah Fitri Hayati, Dody Hasym, 33, dan Mhd Arifin Nasution, 31. Keterangan mereka diperlukan untuk menyusun kronologi, termasuk aktivitas korban sebelum ditemukan, kondisi lingkungan sekolah dan upaya pertolongan.
AKP Sulaiman memastikan pihaknya tetap terus mendalami penyebab pasti kematian korban serta kemungkinan unsur kelalaian dalam pemeliharaan instalasi listrik sekolah. (YP)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·