Siswa Dapat MBG Telur Mentah di Ungaran, SPPG Minta Maaf

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Siswa dikabarkan mendapat telur mentah dalam menu makan bergizi cuma-cuma (MBG) nan didistribusikan di salah satu sekolah wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

Koordinator Wilayah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (Korwil SPPG) meminta maaf atas kejadian nan turut viral beredar di media sosial tersebut.

"Saya Sukma Korwil Kabupaten Semarang. Pertama-tama saya memohon maaf atas kejadian nan terjadi seperti nan diberitakan," kata Korwil SPPG Kabupaten Semarang, Muhammad Romi Dian Sukma melalui pesan WA kepada detikJateng, Minggu (20/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kami sudah melakukan pelaporan kepada ketua dan untuk SPPG nan berkepentingan sudah kami evaluasi," ujar Sukma.

Dalam video nan beredar, telur lauk MBG yang telah dikupas sebagian cangkangnya itu rupanya tetap mentah hingga menetes ke dalam ompreng.

[Gambas:Instagram]

Perekam video kemudian menunjukkan sajian irisan kentang nan berwarna cokelat tua dan berbintik hitam. Kentang itu berbeda dengan irisan lain nan berwarna cokelat muda.

Sukma berambisi kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia juga menyarankan agar penerima faedah memberi saran alias kritik secara langsung kepada dapur MBG terkait.

"Semoga kejadian seperti nan diberitakan tidak terulang kembali. Kami sangat menerima kritik dan saran dari penerima faedah namun besar angan kami agar saran dan kritik bisa langsung disampaikan kepada pihak SPPG," urai Sukma.

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua Koordinator Regional (Kareg) Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah (Jateng), Reza Mahendra menjelaskan bahwa menu tersebut disajikan oleh salah satu SPPG di Ungaran Barat pada Jumat (18/9).

"Perihal kejadian tersebut adalah menu di SPPG Semarang Ungaran Barat 4. Menu hari Jumat 18 September 2026," kata Reza melalui pesan WA kepada detikJateng, Senin (21/9).

Menurut Reza, menu telur nan tetap mentah itu hanya terjadi pada satu dari ribuan ompreng nan disajikan pada hari itu.

"Menu telur nan tidak matang dilaporkan dalam satu menu dari 2.463 penerima manfaat," ujar Reza.

Reza mengungkapkan kejadian ini telah dilaporkan kepada BGN. Rekomendasi nan diberikan ialah meminta maaf kepada pihak sekolah serta pertimbangan agar menu telur dapat dikupas cangkangnya.

Selengkapnya di sini.

(gil)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional