Sintya Marisca Riset Gerak-gerik Polisi demi Perannya di Serial Chef In Crime

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Jumpa pers serial Chef In Crime di Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Sintya Marisca mendapatkan tantangan baru dalam pekerjaan beraktingnya lewat serial Chef In Crime. Dalam serial bergenre culinary crime thriller ini, Sintya berkedudukan sebagai Vita (atau Servita), interogator kepolisian nan kudu mengusut kasus pembunuhan di bumi kuliner.

Untuk mendalami peran tersebut, Sintya melakukan riset mengenai perilaku abdi negara penegak hukum. Ia menyadari bahwa gambaran aslinya nan santuy sangat berbeda dengan karakter polisi nan kudu berwibawa.

"Di mana kan dari Servita ini jadi seorang polisi kudu punya attitude nan berbeda sama Sintya Marisca. Sintya Marisca mungkin lebih santai, lebih slow, tapi ketika jadi polisi kita kudu penyesuaian sama apa nan sudah diterapkan," ujar Sintya Marisca dalam bertemu pers di Semanggi, Jakarta Pusat.

Salah satu metode riset unik nan dia lakukan adalah dengan mengawasi langsung rekan rekan polisi saat sedang beraktivitas santai, seperti bermain olahraga padel.

"Kalau diajarin megang senjata enggak, tapi megang raket iya, raket padel. Kalau saya lebih ke kebiasaan mereka ya. Maksudnya ketika ada bawahan mereka ngomong ke pemimpin seperti apa, gerak-geriknya mereka selama kehidupan sehari-harinya seperti apa," jelas Sintya.

Sintya melakukan observasi diam-diam agar mendapat gestur nan natural.

"Enggak (nanya-nanya), saya malah malu kan. Aku diam-diam, tiba-tiba saya jadi intel. Iya, saya lebih ke merekam lewat mata aja sih. Terus di rumah saya pelajari lagi," tambah Sintya.

Jumpa pers serial Chef In Crime di Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Selain observasi, Sintya juga memperkaya referensinya melalui tontonan hingga sosok polisi lokal nan viral di internet. Ia menyebut nama Ambarita sebagai salah satu referensi untuk memandang polisi berkomunikasi dengan masyarakat.

"Banyak (referensi), '9-1-1'. Tapi kayak kejauhan. Cuma jika ada nan lebih dekat, kenapa enggak nan dipakai lebih dekat kan? Apalagi memandang langsung. Aku nontonnya etisnya memang polisi luar, tapi jika mau lebih dekat ya tinggal lihat Ambarita," ungkap Sintya.

Bagian paling susah bagi Sintya adalah mengubah body language dan langkah bicaranya. Ia kudu menekan sisi dirinya nan suka bercanda.

"Cara jalan sih. Biasanya saya ya udah emang begini, tapi ini enggak, gue kudu berkarisma tersendiri. Sangat beda sih dari Sintya Marisca nan biasa. Sintya kan suka joget-joget, jika Servita kan enggak bisa," tutup Sintya.

Serial karya Sondang Pratama ini terdiri dari delapan bagian berdurasi rata-rata 35 menit. My Chef In Crime bisa disebut serial pertama Indonesia produksi Vision+ nan memadukan komponen misteri pembunuhan, investigasi, drama keluarga, serta romansa nan berkembang secara perlahan (slow-burn romance).

Serial ini dibintangi oleh Roy Sungkono sebagai Rama, Sintya Marisca sebagai Detektif Vita, Sarah Felicia, Jeremie Tobing, Ajeng Fauziiah, Sarah Sechan, dan siap tayang mulai 14 Agustus.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan