Nur Khabibi
, Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |15:31 WIB

Menteri Agama Ad Interim tahun 2022, Muhadjir Effendy (foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Agama Ad Interim tahun 2022, Muhadjir Effendy, mengakui sempat berkirim surat kepada Pemerintah Arab Saudi mengenai pengalihan kuota haji tambahan. Surat bernomor B-206 tertanggal 4 Juli 2022 tersebut dikirim atas permintaan Bos Maktour sekaligus Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU), Fuad Hasan Masyhur.
Hal itu disampaikan Muhadjir saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan dengan terdakwa Asrul Azis Taba di Pengadilan Tipikor pada Selasa (1/9/2026).
"Bisa Bapak terangkan, surat ini berangkaian dengan apa?" tanya jaksa.
"Berkaitan dengan pengalihan tambahan kuota, nan semula untuk haji reguler kemudian dialihkan menjadi haji khusus," jawab Muhadjir.
Jaksa kemudian mengulik latar belakang publikasi surat tersebut. Jaksa menanyakan apakah surat itu dibuat atas permintaan seseorang dan berangkaian dengan kepentingan bisnis.
"Isinya adalah 'Kami menghargai dan seterusnya menjadi kebanggaan dan seterusnya'. Substansi dari surat ini apa sih Pak sebenarnya? Apakah surat ini terbit atas permintaan seseorang Pak? Itu dulu pertanyaannya. Jawab saja Pak. Apakah surat ini terbit atas permintaan seseorang?" tanya jaksa.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·