Jelang pengumuman resmi NASA pada 9 Juni, ini bocoran astronot nan berpotensi masuk dalam kru Artemis 3. Siapa saja kandidat terkuatnya?(NASA)
NASA bersiap mengumumkan empat astronot nan bakal mengangkasa dalam misi Artemis 3. Spekulasi mengenai siapa saja nan terpilih telah meningkat tajam sejak kepulangan kru Artemis 2 pada bulan April lalu. Pengumuman resmi ini dijadwalkan bakal dirilis pada 9 Juni mendatang.
Berbeda dengan Artemis 2 nan terbang mengitari bulan, misi Artemis 3 nan ditargetkan meluncur pada pertengahan hingga akhir tahun 2027 mempunyai konsentrasi nan sangat berbeda. Misi ini tidak bakal menuju bulan, melainkan meluncurkan kapsul Orion ke orbit rendah Bumi (LEO). Di sana, para kru bakal mempraktikkan manuver pertemuan (rendezvous) dan doktrin penambatan (docking) dengan satu alias dua kendaraan pendarat bulan (HLS) swasta nan dikembangkan oleh SpaceX alias Blue Origin.
Mengingat kompleksitas tugas tersebut, NASA diprediksi bakal memprioritaskan astronot nan mempunyai pengalaman dalam menerbangkan kendaraan baru alias belum teruji, serta setidaknya mempunyai rekam jejak melakukan melangkah di ruang angkasa (spacewalk alias EVA).
Karena patokan tidak tertulis NASA nan jarang menjadwalkan astronot untuk terbang dalam misi nan berurutan, kru Artemis 2, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, nyaris pasti dicoret dari daftar. Begitu pula dengan para astronot nan saat ini sedang alias bakal bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dalam waktu dekat.
Berdasarkan latar belakang teknis dan kesiapan jadwal, para pengamat antariksa telah memetakan beberapa nama nan menjadi kandidat terkuat. Di lini terdepan (Tier Atas), muncul nama Raja Chari. Sejak menyelesaikan misinya sebagai komandan SpaceX Crew-3 pada 2022, Chari memimpin pengembangan dan pengetesan HLS di Johnson Space Center. Latar belakangnya sebagai pilot uji coba Angkatan Udara dan pengalamannya melakukan dua kali EVA menjadikannya pilihan utama.
Kandidat kuat lainnya adalah Nicole Mann dan Kayla Barron. Mann merupakan mantan kolonel Korps Marinir dengan latar belakang teknik mesin nan pernah memimpin misi SpaceX Crew-5. Sementara Barron, selain mempunyai pengalaman dua kali EVA, juga aktif mendukung konsep operasional busana antariksa generasi baru untuk program Artemis.
Nama kejutan nan masuk radar utama adalah Andre Douglas. Sebagai astronot pemula dari angkatan 2021, Douglas merupakan bagian dari kru persediaan untuk Artemis 2. Ia menjalani training ketat berbareng kru utama hingga hari peluncuran. Pengalaman mendalamnya dengan sistem Orion membikin Douglas menjadi salah satu kandidat paling siap.
Apakah NASA bakal mengisi keempat bangku Orion dengan astronotnya sendiri, alias memberikan satu bangku kepada mitranya seperti Badan Antariksa Eropa (ESA)? Jawabannya bakal segera terungkap dalam beberapa hari ke depan. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·