Siap-siap, Padang Panjang Genjot Pemasukan Lewat Sektor Perparkiran hingga PBB

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Siap-siap, Padang Panjang Genjot Pemasukan Lewat Sektor Perparkiran hingga PBB Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Optimalisasi PAD di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Panjang, Kamis (4/6/2026).(MI/Yose Hendra)

PEMERINTAH Kota Padang Panjang mulai melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan membidik sektor perparkiran sebagai salah satu tumpuan utama. Langkah ini diambil mengingat potensi retribusi parkir dinilai tetap belum tergarap secara maksimal untuk mendukung pembangunan kota.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa selain perparkiran, pihaknya juga memperkuat pendataan dan pengawasan pada sektor potensial lainnya. Hal ini mencakup Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pendataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga retribusi persampahan.

“Konsep peningkatan PAD kudu terus kita maksimalkan, mulai dari sektor perparkiran, PBB, pendataan pelaku UMKM, hingga retribusi persampahan. Masih ada potensi-potensi nan belum terdata secara maksimal dan ini kudu kita benahi bersama,” ujar Hendri Arnis dalam aktivitas Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dan Optimalisasi PAD di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Panjang, Kamis (4/6/2026).

Fokus Utama Optimalisasi PAD Padang Panjang:

  • Penataan ulang sistem retribusi perparkiran.
  • Validasi info objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  • Pendataan menyeluruh pelaku UMKM untuk pemetaan potensi ekonomi.
  • Peningkatan efektivitas penagihan retribusi persampahan.

Sinergi dengan Kejaksaan

Dalam upaya ini, Pemkot Padang Panjang menggandeng Kejari untuk memastikan seluruh proses pemungutan pendapatan wilayah melangkah sesuai koridor norma dan bebas dari praktik korupsi. Hendri menilai kerjasama dengan abdi negara penegak norma sangat krusial untuk menciptakan tata kelola pemerintahan nan bersih dan akuntabel.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang, Bambang Irawan, menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan edukasi serta pendampingan. Menurutnya, peningkatan PAD berangkaian langsung dengan keahlian finansial wilayah dalam membiayai pelayanan publik.

“Kami berambisi kesadaran terhadap pencegahan korupsi semakin meningkat. Perlu dilakukan monitoring dan pertimbangan secara berkala agar keahlian perangkat wilayah dalam meningkatkan pendapatan wilayah dapat terus ditingkatkan melalui penemuan dan strategi nan efektif,” tegas Bambang. (YH/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑