Ilustrasi(Dok Istimewa )
PROVINSI Shanxi, salah satu pedoman industri daya utama di Tiongkok, terus memperluas kerja sama internasional di sektor daya dan perdagangan, termasuk dengan Indonesia. Upaya tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan transformasi daya dan pengembangan teknologi daya baru di area Asia.
Departemen Perdagangan Provinsi Shanxi pada 10–12 Mei 2026 memimpin delegasi ekonomi dan perdagangan ke Indonesia untuk mengikuti Indonesia International Coal & Energy Industry Expo sekaligus melakukan promosi industri daya dan penjajakan kerja sama bisnis.
Kunjungan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya hubungan kerja sama energi antara Tiongkok dan Indonesia, termasuk dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI) nan mendorong kerjasama investasi, infrastruktur, dan transformasi daya di kawasan.
Delegasi Shanxi memanfaatkan platform Indonesia International Coal & Energy Industry Expo untuk mempromosikan kelebihan industri daya Shanxi sekaligus memperkenalkan China (Taiyuan) International Energy Industry Expo 2026 sebagai salah satu arena industri daya terbesar di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Shanxi menyebut pameran tersebut telah diselenggarakan sebanyak 10 kali dan berkembang menjadi forum krusial bagi pelaku industri daya dunia untuk memamerkan teknologi, produk, dan penemuan terbaru.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, China (Taiyuan) International Energy Industry Expo direncanakan mempunyai area pameran seluas 60.000 meter persegi dengan tiga area utama, ialah area hasil inovasi, area komprehensif, dan area profesional.
Area pameran bakal menampilkan beragam pengembangan teknologi transformasi energi, penemuan sains dan teknologi, daya terpadu, peralatan pintar, hingga daya baru.
Beberapa teknologi nan bakal dipamerkan meliputi tenaga angin, tenaga surya, penyimpanan energi, hidrogen, digitalisasi tambang batu bara, tambang pandai berbasis 5G, serta sistem operasi dan pemeliharaan digital untuk sektor energi.
Selain pameran, sejumlah forum dan aktivitas industri juga bakal digelar untuk mempertemukan pelaku usaha, regulator, dan master daya dari beragam negara guna membahas arah transformasi daya dunia dan masa depan industri energi.
Sebagai salah satu provinsi penghasil batu bara terbesar di Tiongkok, Shanxi saat ini juga menjadi wilayah percontohan reformasi daya nasional di negara tersebut. Selain batu bara, wilayah itu mempunyai persediaan gas metana batubara dan bauksit nan mendukung diversifikasi pengembangan industri energi.
Pihak Shanxi menilai Indonesia mempunyai posisi strategis dalam kerja sama daya lantaran mempunyai sumber daya batu bara nan besar, industri daya nan terus berkembang, serta kebutuhan transformasi daya nan dinilai sejalan dengan pengembangan industri daya di Shanxi.
“Kami dengan tulus mengundang perusahaan, institusi, dan para mahir di bagian daya dari seluruh bumi untuk berkumpul di Taiyuan pada September mendatang guna memperkuat kerja sama dan membangun masa depan daya nan lebih baik,” ujar penyelenggara dalam keterangan resmi.
Selama kunjungan ke Indonesia, delegasi Shanxi juga melakukan pertemuan dengan lembaga pemerintah, asosiasi bisnis, dan sejumlah perusahaan daya untuk membahas kesempatan kerja sama daya dan perdagangan di kedua wilayah.
Delegasi tersebut juga melakukan peninjauan terhadap operasional perusahaan-perusahaan asal Shanxi nan telah beraksi di luar negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat ekspansi internasional industri daya provinsi tersebut.
Pemerintah Shanxi berambisi hubungan ekonomi dan daya antara Indonesia dan Shanxi dapat terus diperkuat, termasuk melalui kerjasama pengembangan teknologi, investasi, serta transformasi daya berkepanjangan di kedua wilayah. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·